Ladies, seringkali kamu harus bersusah payah untuk menahan diri tidak belanja ini itu demi memiliki beberapa jenis pakaian yang kamu inginkan. Apalagi jika itu pakaian hijab yang panjang-panjang dan cenderung lebih mahal dari pada pakaian non hijab. Karena umumnya pakaian hijab memiliki desain khusus yang dapat memenuhi standar pakaian hijab yang tepat.

mr-21

1. Menganggap Segala Jenis Pakaian Hijab Itu Sama, Padahal…

Kesalahan pertama yang ada di kepala setiap orang saat merawat pakaian adalah menganggap semua jenis pakaian itu sama. Termasuk pakaian hijab. Hal tersebut memperbesar kemungkinan pakaian akan cepat rusak terutama saat proses pencucian. Padahal, beda jenis pakaian beda pula lho cara perawatannya.

Dengan alasan klasik yaitu soal waktu, seingkali kamu beralasan untuk melewatkan beberapa proses merawat setiap baju dengan perlakuan yang berbeda-beda. Lalu? Kamu mengambil cara termudah dengan memasukkan seluruh pakaian hijabmu menjadi satu ke dalam mesin cuci. Oh no! Hal ini tentu kesalahan yang cukup fatal, karena tidak semua jenis pakaian bisa diperlakukan sama. Sehingga kamu perlu memisahkan antara satu jenis baju dengan jenis lainnya.

Hm, sayang banget kan kalau kamu harus gigit jari dan menyesal setelah menemukan beberapa ‘kecacatan’ pada baju karena diperlakukan sama. Bahkan beberapa baju kesayangan kamu ikut jadi korban karena ketidaktahuan atau ketidakpedulianmu untuk merawat baju-baju tersebut sesuai aturannya. So, sebelum mencuci usahakan untuk memilah-milah terlebih dahulu baju mana yang membutuhkan perlakuan khusus. Misalnya hanya bisa di dry-cleaning, lebih aman di cuci tangan, atau memiliki payet-payet khusus sehingga tidak cocok dimasukkan dalam mesin cuci. Mulai sekarang, perhatikan ya Dear!

2. Salah Dalam Memilih Detergen, Bisa-Bisa Warna Pakaian Hijabmu Jadi Cepat Pudar

Kesalahan kedua, pemilihan detergen. Perhatikan apakah pakaian hijabmu warna putih atau berwarna? Sebaiknya, pisahkan pakaian putih dengan baju berwarna. Apalagi jika ada pakaian yang luntur. Pilih detergen yang sesuai, untuk baju putih bisa memakai detergen yang khusus mengandung pemutih. Sedangkan untuk yang berwarna bisa memilih yang biasa. Bahkan ada pula detergen yang bisa merawat warna pakaian tetap seperti semula.

Saat ini banyak tersedia merk detergen, pilih yang paling sesuai. Jangan hanya karena harganya murah atau karena ada iming-iming piring cantik di dalamnya. Pilihan bentuknya pun juga beragam, ada yang berbentuk bubuk, cair ataupun krim. Tersedia pula detergen khusus mesin cuci ataupun yang dicuci tangan. Semua tergantung pilihanmu untuk bijak dalam memutuskan yang paling sesuai dengan kebutuhan mencucimu. Terakhir, gunakan pewangi pakaian secukupnya untuk menjaga kesegaran pakaian.

3.Stop Memakai Air Panas Saat Mencuci ya, Dear!

Kesalahan ketiga adalah penggunaan air panas untuk mencuci. Misalnya karena ada noda membandel yang sulit dihilangkan. Sebaiknya, hindari memakai air panas saat mencuci pakaianmu, karena mayoritas bahan pakaian hijab tidak cocok dicuci dengan air panas. Terutama yang berbahan jeans serta pakaian yang berwarna-warni akan cepat pudar ketika menggunakan air panas ini. Gak mau dong, baju kamu jadi ‘mbladus’ alias pudar warnanya saat akan dikenakan? Padahal serat kain masih bagus dan modelnya kamu sukai. Sayang banget… sebisa mungkin hindari pemakaian air panas. Biasanya baju-baju tertentu memberikan petunjuk berapa derajat suhu air yang cocok untuk mencuci baju tersebut.

4. Jangan Asal Jemur, Sinar Matahari Bisa Bikin Warna Bajumu Memudar

Kesalahan keempat, saat proses penjemuran. Sesibuk apapun atau waktu yang sempit saat mencuci baju, lakukan langkah-langkah pencucian dengan benar. Terutama saat proses penjemuran. Jangan karena malas atau takut kehabisan waktu sehingga kamu tidak membalik baju saat hendak menjemur. Padahal, langkah sederhana ini cukup penting lho untuk menjaga warna baju agar tidak cepat memudar saat terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Warna baju yang pudar masih bisa diminimalisir sehingga tetap awet dan kinclong seperti baru. Ini juga dalam rangka menghemat agar kamu tidak harus sering membeli banyak baju karena bajumu akan lebih awet. So, tinggal pilih mana. Mau sabar untuk melakukan proses membalik baju atau lebih suka melihat baju yang pudar warnanya? Yuk, lebih bijak lagi.

5. Ini Dia Beberapa Kesalahan Saat Menyeterika Pakaian Hijab

Kesalahan kelima, yaitu proses selanjutnya setelah baju kering yakni menyeterika baju. Ladies, tau kan kalau saat ini banyak banget pilihan pakaian hijab dengan aneka model dan bahan yang kece abis? Namun, pernah gak sih kamu berfikir bahwa tiap jenis bahan harus dirawat sesuai dengan aturannya? Peraturan standar dari menyeterika pakaian adalah tidak semua bahan dibenarkan memakai suhu yang panas saat menyeterika.

6. Dilipat atau Digantung ya?

Terakhir, pastikan kamu mengetahui apakah jenis pakaian tersebut lebih cocok dilipat atau digantung. Mungkin ini tampak sepele dan tidak perlu dipermasalahkan. Namun, untuk memaksimalkan perawatan dan bagian akhir dari proses merawat baju ini kamu perlu memperhatikan agar pakaianmu tersimpan dengan baik dan rapi dalam lemari. Sehingga selalu siap sedia ketika hendak digunakan.

Misalnya saja pakaian berbahan kaos lebih cocok dilipat karena jika digantung kaos tersebut bisa saja melar. Namun untuk bahan yang mudah kusut seperti katun atau lebih baik digantung sehingga tidak membentuk lipatan-lipatan atau kusut kembali jika dilipat. Untuk hijab, miliki gantungan khusus hijab agar tidak memakan tempat dan siap pakai kapanpun dibutuhkan.

Sumber http://blog.shopious.com

Firda