f-rahmaSeiring berjalannya waktu, tren busana muslim yang awalnya tampak kaku kemudian berubah menjadi bertumpuk sejak para wanita muda semakin kreatif dengan gaya busananya. Tren tumpuk tersebut kini berubah kembali menjadi lebih sederhana tapi tetap fashionable. Bahkan tak hanya lebih simpel tapi juga cenderung syar’i dengan gaya jilbab menutup dada. Desainer muda Dian Pelangi mengatakan saat ini tren busana muslim semakin positif karena para hijabers muda semakin terlihat syar’i. Mereka belajar mengenakan busana syar’i tanpa harus terlihat monoton.”Hijab syar’i lagi tren sekarang dan itu bagus ya. Sudah mulai banyak hijabers yang tampil syar’i. Tapi bagi yang belum siap trennya juga tidak tabrak-tabrak seperti dulu, semakin simpel. Sekarang hijabnya cukup one to step saja yang penitinya nggak banyak. Perempuan lebih suka yang nyaman dan simpel,” papar Dian .Bagi Anda yang sedang belajar tampil syar’i tapi tetap ingin modis, berikut tipsnya yang disarankan oleh para desainer busana muslim.

  • Pakai Cape
    Menurut desainer busana muslim, Monika Jufry, setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda ketika berpenampilan syar’i. Tak hanya harus menggunakan jilbab panjang tapi yang penting tujuannya sama untuk menutupi lekuk dada. Jadi ketika Anda ingin mengenakan kerudung pendek atau mengaplikasikan gaya turban bisa padukan busana dengan cape yang membuat penampilan terlihat modis.

    “Aku berpikirnya menutup dada itu bisa dengan berbagai cara, misalnya memakai cape, intinya tidak ketatlah. Tidak memakai dalaman untuk dijadikan luaran apalagi sekarang ada jilboob ya tapi setiap orang berproses dan kita harus hargai proses itu. Sebenarnya syar’i juga lebih sikap nggak hanya pakaian,” papar pemilik brand ‘Sessa’

  • Minim Corak
    Penampilan yang syar’i sebaiknya tidak menarik perhatian orang lain. Ketika ingin tampilan yang syar’i tapi stylish bisa bermain dengan busana polos dan minim corak. Hindari memilih busana yang penuh motif karena tampak mencolok. Desainer yang selalu berpenampilan syar’i menggunakan jilbab menutup dada menegaskan agar menghindari busana yang membuat memiliki corak besar terutama di bagian dada.

    “Hindari juga menggunakan motif hanya di dada terutama bagi yang berdada besar. Jadi kaidahnya nggak hanya tidak transparan, tidak ketat, tapi juga hal-hal kecil seperti itu jadi motif di dada, motif di tempat-tempat tertentu, atau seolah-olah terbuka. Jadi jangan mengundang orang untuk memberikan komentar negatif ya,” saran wanita yang sudah menjadi desainer sejak 1998 itu.

  • Memakai Busana Maksi
    Busana maksi kini semakin bervariasi ada yang asimetris dan beberapa diberikan sentuhan bordir dan detail. Pilih busana maksi yang minim detail ketika ingin tampil syar’i. Jika ingin terlihat lebih modis bisa melengkapi penampilan dengan cropped jacket, luaran berukuran besar, atau cape. Deden Siswanto juga menyarankan menggunakan coat sebagai alternatif untuk tampilan yang lebih syar’i dan tetap stylish.
  • Kreasi Jilbab
    Deden juga mengatakan kalau pengaplikasian jilbab bisa membuat penampilan terlihat semakin modern. Kini sudah banyak kreasi hijab yang diciptakan oleh para generasi muda. Tak ada salahnya menerapkan kreasi tersebut untuk sehari-hari asalkan sesuai dengan acara. Model jilbab juga mempengaruhi penampilan secara keseluruhan. Kembali ke wanita bertubuh besar, jilbabnya disarankan yang menjuntai hingga bagian dada.

    Tidak harus membentuk jilbab seperti kapsul yang lonjong dan tak memiliki lekukan tapi bisa mengkreasikannya menjadi asimetris atau dengan aksen layering. Ini bisa membuat penampilan terlihat lebih atraktif.

sumber : wolipop.detik.com

Arwa