Assalamu’allaikum Wr.Wbmr-md03

Model jilbab yang dianggap sesuai hukum Islam (syariah) oleh sebagian penganut Islam ini dilaporkan mulai muncul tahun lalu di tengah merebaknya jilbab ketat yang sempat menimbulkan kontroversi.

Sebagian pemilik toko busana muslimah di pusat grosir itu seperti berlomba memajang contoh jilbab syar’i di sudut yang strategis, dengan harapan memancing calon pembeli untuk datang.

Menghidupkan lagi ‘model lama’

Jika diperhatikan, penutup kepala model ini terlihat sederhana, tidak berlapis-lapis -mirip dengan ajakan dari kalangan pemuka Islam yang meyakini bahwa setiap perempuan dewasa wajib mengenakan penutup kepala yang simple, cantik tapi tetap syar’i.

Apabila dirunut, awal mula kemunculan istilah jilbab model ini hampir berbarengan ketika ada trend jilbab ketat yang sempat menjadi polemik pada tahun lalu.

Di sinilah, muncul dukungan kepada model jilbab yang dianggap sesuai aturan hukum Islam, disusul kampanye besar-besaran di media sosial dengan menampilkan seorang artis terkenal yang mengenakan jilbab seperti yang diharapkan.

“Model jilbab syar’i itu sebetulnya sama. Diputar ulang. Kayak (jilbab) syar’i itu kan mirip model zaman dulu,” kata pria pengelola sebuah toko busana Muslim di Blok B Tanah Abang, yang tidak mau disebut namanya.

“Sebelum Islam ada di sinilah (di Indonesia),” katanya setengah menganalisa tentang model jilbab Syar’i tersebut, merujuk wilayah di Timur Tengah, tempat kelahiran ajaran Islam.

Tapi, seperti hanya Ifrel, toko tempat bekerja pria itu juga menjajakan jilbab atau baju syar’i. “Toko kota juga ngikutin trend tahun 2015, contohnya baju syar’i…”

‘Tidak bisa bikin model baru’

Walaupun modelnya dianggap ketinggalan zaman, tetapi karena kehadiran baju syar’i itu kini menjadi trend, membuat pengusaha baju muslim harus pandai-pandai membaca “situasi”.

Pengusaha seperti Ifrel, atau pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, yang sudah malang-melintang di belantara busana muslim di Pasar Tanah Abang, menyadari betul fenomena seperti itu.

Mereka meyakini trend seperti itu akan berlangsung setidaknya sampai menjelang akhir Ramadan nanti. Dan, mau-tidak-mau, mereka mesti “menghamba” padanya.

Idaman ibu-ibu pengajian

Apabila melihat modelnya dipadu dengan rok panjang sampai mata kaki, jilbab dan baju model ini memang lebih cocok untuk perempuan dewasa.

Tidak semua menjual jilbab syar’i

Bagaimanapun, tidak semua konsumen tertarik dengan jilbab atau baju syari’. Alasannya bisa macam-macam, dan salah-satunya adalah kepraktisan –selain harga, tentu saja.

Jilbab idaman anak muda

Dengan kata lain, walaupun ada tuntutan agar modelnya tidak “menjauhi” syari’ah, para pengusaha ini sangat menyadari kehadiran seni dalam busana yang mereka tawarkan kepada pembeli

sumber : BBC.com

by tika

Advertisements