10426850_10152898062428761_3014057983876712509_nKeluarga merupakan salah satu pendukung atau sebab kesehatan mental dan fisik Anda bisa terjaga atau tidak. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh lingkungan terdekat, keluarga, merupakan satu-satunya yang memiliki waktu paling banyak dalam hidup Anda. Anda kemudian bertanya-tanya, keluarga bahagia itu yang seperti apa, dan mungkin beberapa list kebiasaan mereka :

  1. Tidak perlu pergi ke tempat sejarah untukmengetahui masa lalu. Anda pun bisa menceritakan kejadian apa saja di dalam keluarga Anda ke anak Anda. Keluarga yang terbuka adalah keluarga yang mau berbagai cerita tentang keluarganya sendiri.

    Anda bisa mengambil album foto lama Anda dan keluarga dan menceritakan kepada anak-anak tentang bagaimana saudara Anda, bagaimana orangtua Anda dan kakek dan nenek Anda. Anda bisa membagi cerita lucu atau seru yang biasa Anda lakukan dengan ayah dan ibu Anda kepada anak Anda.

  2. Pastikan dua generasi yang memiliki waktu berbeda ini bisa menjalin hubungan keluarga yang erat. Anda mungkin bisa menitipkan anak Anda saat mereka liburan ke ayah dan ibu Anda di kota lain atau semacamnya. Bahkan saat ini sudah banyak keluarga muda yang menitipkan anak mereka ke ayah atau ibu mereka saat mereka berangkat kerja.

    Bahkan sebuah penelitian dalam Journal of Family Psychology menyatakan bahwa anak kecil hingga remaja yang memiliki kedekatan dengan nenek dna kakek mereka lebih sedikit kemungkinan memiliki masalah emosional dan sosial daripada mereka yang tidak memiliki kedekatan dengan kakek nenek mereka.

  3. Hal-1_-COVERKeluarga yang bahagia sudah bisa dipastikan memiliki waktu untuk berkumpul, entah itu setahun dua kali atau bahkan tiga bulan sekali untuk mempererat tali persaudaraan. Keluarga besar di sini menyangkut kakek nenek, tante, om, budhe, pakde, keponakan, sepupu dan anggota keluarga lainnya.

    Anda jadi lebih mengenal dan mengetahui silsilah keluarga dan menjadi lebih akrab dengan keluarga yang letak rumahnya jauh atau yang jarang bertemu. Waktu yang dilakukan bersama inilah yang membentuk ikatan keluarga lebih erat dan menumbuhkan rasa saling memiliki.

  4. Anda dan keluarga kecil Anda juga perlu memiliki waktu bersama. Pastikan pula bahwa aktivitas ini disetujui oleh semua pihak, terutama anak-anak Anda. Jika quality time ini sudah dibangun sejak kecil, maka bukan hal yang baru lagi, jika Anda dan suami menyarankan liburan suatu saat dan anak-anak menyambut dengan antusias.

    Atau bahkan anak-anak Anda yang mengingatkannya dan meminta Anda untuk memiliki waktu jalan-jalan keluarga. Dengan begini, Anda juga jadi memiliki waktu berkomunikasi lebih intens dengan mereka. Mengetahui apa saja yang sudah mereka lakukan dan bisa berbagi bersama lebih baik daripada tidak sama sekali.Tidak masalah apakah Anda pernah melakukan kesalahan, atau bertengkar dengan anak, Ayah atau Ibu Anda. Namun ketahui lah bahwa hanya keluarga yang bisa menerima Anda apa adanya.

Sumber : health.com , vemale.com

Ernawati