Etika berpakaian bagi wnsk17-nb19anita muslimah rasanya sudah tidak asing lagi didengar oleh wanita muslimah itu sendiri. Begitu banyak dan sering topik ini diambil untuk menjadi bahasan dalam ceramah para ustadz dan ustadzah. Meskipun demikian, berpakaian memang sangat lekat dengan kehidupan manusia. Setiap harinya manusia menggunakan pakaian untuk menutup tubuhnya. Agama Islam telah mengatur segala sesuatunya demi kebaikan umat Muslim di dunia, salah satunya adalah cara berpakaian. Dalam berpakaian, ada syarat dan aturan tertentu yang harus dipatuhi dan dijalankan bagi setiap umat Muslim. Maka, apakah kita sebagai Muslimah, sudah baik dan benar dalam berpakaian? Yuk coba kita cari tahu apa saja etika berpakaian bagi seorang muslimah?

“Pakaian” dalam bahasa Arab adalah “libaas” (لبَاس) atau “tsiyaab” (ثيَاب). Dalam AlQuran, kata لبَاس digunakan untuk menunjukkan pakaian lahir dan bathin, sedangkan kata ثيَاب digunakan untuk menunjukkan pakaian bathin. Maka untuk pakaian panjang seperti gamis yang biasa digunakan laki-laki di jazirah Arab disebut juga dengan “tsub” ( ثُوْب) yang berasal dari kata “tsiyaab”  (ثيَاب).

  1. Berpakaian dengan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun firman Allah dalam AlQuran dalam Surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya mengulurkan jilbabnya (pakaiannya) ke seluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang”.

Sudah terlihat jelas dalam ayat tersebut Allah telah mengatakan bahwa wanita disuruh untuk menutup auratnya demi kebaikan bagi diri wanita tersebut yaitu agar mudah dikenal dan tidak diganggu. Untuk itu, bagi kalian yang belum menutup auratnya, yuk segera menutup aurat! Ngga rugi loh… Ingat bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi setiap hambaNya, apalagi jika hambaNya yang ingin berubah ke arah yang lebih baik.

  1. Berpakaian yang wajar dan beradab.  Maksudnya, wanita hendaklah menggunakan pakaian yang tidak menimbulkan fitnah dan perhatian bagi lawan jenisnya, misalnya memakai pakaian dan perhiasan atau aksesoris yang mencolok, dan lain-lain. Firman Allah dalam Surat An-Nuur ayat 31:

Katakanlah kepada wanita yang beriman : “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau suami ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka atau putra saudara laki mereka atau putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat mereka. Dan janganlah memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (an-Nur : 31).nsk05-nb56

  1. Berpakaian  menutup seluruh badannya (kecuali wajah dan telapak tangan) namun  tidak tipis, transparan, tidak ketat, dan tidak menampakkan lekuk tubuh. Menutup seluruh tubuh bukan berarti bebas memakai pakaian apa saja yang penting  dapat menutup seluruh tubuhnya. Namun, menutup tubuh yang masih terlihat lekukan tubuhnya atau masih tembus pandang, tetap saja itu bukan dimaksud dengan menutup aurat. Hal seperti ini yang dikatakan oleh Nabi SAW yaitu  “wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang”.  Berikut bunyi sabda beliau :

Rasulullah SAW bersabda : “Dua golongan ini dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok (jalannya) (berpaling dari Allah SWT), mengajarkan wanita berlenggak-lenggok (memalingkan wanita lain dari Allah SWT), kepala mereka seperti punuk onta yang miring (memakai sanggul/rambut pasangan pada rambutnya), wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya)”  (HR. Muslim).

Dari sabda Rasulullah dikatakan bahwa wanita-wanita yang tidak akan masuk surga bahkan mencium bau surga adalah wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, yaitu maksudnya memakai pakaian namun masih bisa terlihat bayangan tubuh dari luar serta pakaian yang ketat. Selain itu, adalah wanita-wanita yang berlenggak-lenggok memamerkan bentuk tubuh dan juga wanita yang di kepalanya menyerupai punuk unta, misalnya mengikat rambut sampai ke atas sehingga mirip punuk unta. Untuk itu, mulai sekarang, marilah kita berhati-hati dalam berpakaian (termasuk mengikat rambut), boleh saja kita berpakaian modis  dan trendi tapi tetap jangan lupa dengan ketentuan yang diajarkan oleh agama Islam, jangan sampai kita tidak bisa mencium bau surga, na’udzubillahimindzaalik.

  1. Tidak memakai wangi-wangian yang dapat menimbulkan fitnah dan rangsangan nafsu bagi lawan jenis. Rasulullah SAW bersabda :

Setiap mata (pandangan) itu berzina, dan apabila wanita memakai minyak wangi lalu ia melewati pada suatu majlis, maka ia adalah ini dan ini (agar orang lain terangsang dan tertarik), yaitu ia wanita penzina” (HR. Tirmudzi).

Kita boleh saja memakai wewangian, namun sebaiknya seadanya saja agar tidak membuat lawan jenis merasa tertarik atau terangsang.

  1. Tidak berpakaian menyerupai laki-laki (begitupula laki-laki tidak berpakaian menyerupai wanita).

Rasulullaah SAW bersabda: “Rasulullah SAW melaknat kaum laki-laki yang menyerupai kaum perempuan dan kaum perempuan yang menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari).

sumber : zoya

by

meta