ancientWarna-warna cerah  dan model yang  tidak menghalangi  gerak tubuh,menjadi  paduan busana kantor menjelang akhir pekan.

Batik kini menjadi tren sebagai busana kerja di akhir pekan. Setiap Jumat, banyak  kantor yang memperbolehkan, bahkan mewajibkan karyawannya berbusana batik.

Modelnya pun  beragam, mulai dari tunik, kemeja  lengan pendek, sampai dress sepanjang lutut. Aneka batik yang makin beragam membuat busana ini tidak  terlalu formal. Busana dengan motif tradisional seolah mengantarkan liburan akhir pekan.

Susan Budihardjo, pemimpin  lembaga pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo, membenarkan busana dapat membuat suasana  hati lebih rileks, terutama menjelang  liburan akhir pekan. “Ya memang  demikian,” ujar dia singkat ketika di- temui di kantornya di daerah Cikini,  Rabu (4/12) siang.

Meski sejumlah  instansi memberikan keleluasaan  dalam menggunakan busana, tetapi  ia tetap membatasi busana kantor mesti sesuai dengan etika pekerjaan.

Karena, menurut Susan, pihak  karyawan maupun manajer kadangkala dituntut untuk bertemu  dengan klien. Maka, busana yang  dipilih adalah busana bukan dari bahan yang mudah kusut seperti baju rumahan atau bahan 100persen katun. Bahan katun dapat  dicampur dengan bahan lain seperti polyester.

“Kantor sekarang  kan  sudah banyak yang menggunakan  AC (Air Conditioner), jadi menggu- nakan polyester tidak apa-apa,” terang dia, tentang bahan yang tidak  terlalu menyerap keringat tersebut.  Cara tersebut dimaksudkan agar busana tidak terlihat kusut, tetap  profesional, serta tidak terkesan me- nyepelekan. Busana kantor dengan sentuhan  sedikit  fashion tidak terlalu menjadi  soal asalkan tetap rapi dan sesuai  dengan jenis profesi. Untuk profesi  seperti notaris atau pekerja bank,  Susan merekomendasikan dengan  menggunakan blazer dari batik atau  tenun.

t-1013002b

Seperti halnya Susan, Didiet  Maulana, seorang desainer pakaian, mengatakan busana kerja untuk akhir pekan dapat dibagi dalam  tiga kategori.

One pieces yang berupa midi dress,  two pieces berbentuk  blus dengan skirt, serta  three pieces merupakan perpaduan antara blus, blazer dan  skirt atau celana panjang.  Warna busana dapat dipilih de ngan warna-warna netral seperti  beige, abu-abu, kaki, blue navy, atau hitam.

Agar tampilan lebih cerah  dapat menggunakan blus bercorak  atau warna yang lebih cerah. Sebagai peredam, busana kerja dapat dipadukan dengan blazer polos.

Selain itu, blazer yang menjadi andalan busana kerja dapat menutup blus yang transparan. “Sehingga busana  tidak seronok,” terang Didiet. Perhatikan Etika Di sisi lain, busana tidak harus polos atau dengan corak bunga-bunga  yang feminin. Busana kerja dapat  menggunakan kain tradisional seperti tenun ikat sebagai blazer  maupun celana tenun yang dipadukan dengan blus berbahan sifon maupun blazer.

Meski terkesan tidak terlalu formal, busana kerja untuk akhir pekan tetap memperhatikan etika kerja  yang menuntut karyawan profesional. Susan menyarankan tidak menggunakan kaos oblong yang terkesan kasual. Kaos oblong masih dapat digunakan asalkan dilengkapi dengan blazer.

Sumber : dini daniswari-Koran Jakarta

Ernawati