November 2012


Ada hal-hal yang membatasi perempuan muslim untuk menemukan baju muslim sederhana dan modis. Karena mereka harus tunduk dengan aturan agama Islam. Para wanita Muslim menutupi kepala mereka dengan jilbab-(atau kerudung) dan pakaian dalam bentuk gamis panjang dan longgar. Karena perbedaan ini, gadis Muslim harus menggunakan kreativitas dan kecerdikan untuk berpakaian busana muslim modis.

Sementara beberapa toko pakaian Islam telah dibuka di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Solo, sebagian besar gadis muslim tidak memiliki akses ke toko-toko alternatif. Meski demikian, gadis Muslimah masih bisa menemukan cara untuk menjadi sederhana dan modis.

Jangan menghindar dari pola dan cetakan. Terkadang, mudah untuk mengenakan warna-warna netral, karena perempuan Muslim memakai banyak lapisan pakaian. Namun, warna polos yang hambar, terutama di musim semi.

Salah satu solusinya adalah memakai Rok panjang klasik dengan kemeja bergaris-garis halus dan blazer bunga. Seiring rok dan blazer klasik panjang dan menyembunyikan, sehingga sesuai untuk gaya hidup gadis Muslim modest. Jangan berlebihan dengan cetakan; memakai syal hitam untuk menyelesaikan menghibur. Disain kombinasinya adalah pernyataan modis musim semi, selama pakaian itu menempel pada tiga aturan duniawi: 1) Jauhkan salah satu cetakan netral dalam warna. 2) Jauhkan satu hasil cetak sederhana. 3) Jaga bentuk klasik.

Berpakaian berlapis-lapis. Hal ini sering sulit bagi wanita Muslim untuk menemukan tren terbaru busana muslimah seperti dalam siluet sederhana dan modis. Kadang-kadang rok dan kemeja lengan terlalu pendek, masalah ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berpakaian berlapis-lapis. Sebuah rok panjang tulang kering dapat dikenakan di atas sepatu bot setinggi lutut atau celana hitam. Kemeja lengan pendek dapat dikenakan di atas kemeja lengan panjang yang cocok. Lapisan dapat mudah di dompet juga; solid-warna kemeja lengan panjang dapat dipasangkan dengan pakaian beberapa. (Ati)

Source : mudahcantik.com

Advertisements

VIVAlife – Gaung perkembangan fashion muslim belakangan ini memang kian terdengar. Fashion muslim terus melakukan transformasi dari gaya konservatif menjadi lebih kontemporer yang berjiwa muda.

Beragam faktor yang membuat fashion muslim terus berkembang. Dari munculnya banyak komunitas seperti Hijabers Community, Hijabers Mom, sampai diselenggarakannya beragam bazar, dan peragaan busana muslim.

Dampaknya kian terlihat. Jika dulu wanita berhijab lebih banyak wanita dewasa, saat ini hijab semakin dikenal dan digemari oleh wanita-wanita muda, bahkan remaja-remaja putri. Tentu karena promosinya yang mengatakan kalau berhijab pun bisa tetap terlihat modis. Apalagi, mereka dapat berkreasi membentuk variasi hijab yang mereka inginkan.

Menurut Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saidah, terdapat 20 juta penduduk Indonesia yang menggunakan hijab. Hal ini selaras dengan perkembangan industri fashion muslim tujuh persen setiap tahun.

Tak heran kalau Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bermimpi dapat mengembangkan fashion muslim Indonesia tak hanya di dalam negeri, bahkan sampai ke tingkat dunia.

“APPMI memulai kampanye industri busana muslim dengan route map 2015 busana muslim Indonesia sudah mampu menembus pasar ASEAN, 2020 mampu menembus pasar Asia, dan 2025 sudah menempuh pasar dunia,” ujar ketua APPMI, Taruna K. Kusmayadi saat ditemui pada acara sosialisasi gelaran Indonsia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2012.

Menurut Euis, hal ini bukanlah tidak mungkin mengingat data-data yang ada menunjukkan tanda-tanda yang positif. “Ingat pertumbuhan masyarakat kelas menengah itu 7-8 persen per tahun,” ujarnya.

Jika diumpamakan masyarakat yang mampu membeli pakaian di mal-mal besar adalah kelas menengah ke atas, maka pertumbuhan kaum menengah ke atas akan selaras dengan kemampuan daya beli mereka atas pakaian tersebut. Jika industri fashion muslim sudah dapat menyentuh target pasar mereka maka pertumbuhan tersebut pun akan selaras dengan perkembangan industri fashion muslim.

“Dari 750 ribu IKM yang di Indonesia, 30 persennya merupakan industri fashion muslim. Jika hal ini berjalan seiringan bukan tidak mungkin IKM fashion muslim pun akan terangkat ekonominya, terangkat pula perekonomian Indonesia.” ujarnya.

Secara umum, industri fashion saat ini mampu menyumbang 50 persen dari pendapatan negara di bidang industri kreatif dan terdapat 2-3 persen pertumbuhan ekspor setiap tahun.

Lima Tantangan
Mimpi menjadi fashion muslim sebagai ikon fashion Indonesia di mata dunia bukanlah tanpa tantangan. Hal ini pun diakui Euis yang menjabarkan bahwa Indonesai memiliki setidaknya lima tantangan dalam mengembangakan industri fashion-nya, yakni bahan baku, teknologi, kemampuan SDM, pemasaran, dan modal.

“Kita masih sangat tergantung dari impor seperti katun dan sutra. Setelah ada virus yang menyerang kepompong sutra, saat ini bahkan kita harus mengimpor benang atau kain sutra tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, IKM saat ini pun masih mengerjakan produknya dengan teknologi yang sangat sederhana. Hal ini karena masalah modal dan kemampuan SDM-nya yang tidak serius menggeluti bisnis fashion.

“Masih banyak yang membuat barang hanya karena hobi atau ikut-ikutan tanpa memiliki basis pengetahuan yang cukup. Mereka juga kerap kebingungan akan dijual kemana hasilnya.”

Untuk mengatasi hal tersebut, menurutnya pemerintah sudah melakukan perannya dalam mensubsidi baik pengadaan bahan baku, maupun mesin. Sedangkan untuk meningkat kemampuan dan pengetahuan IKM, dilakukan pelatihan-pelatihan agar kualitas produk mampu memenuhi pasar dunia.

Dalam mengatasi masalah pemasaran, kementrian perindustrian memberikan Rp1 sampai Rp2 milyar untuk penyewaan booth dalam bazar-bazar, serta dibantu pemasarannya hingga ke luar negeri. “Permasalahan modal saat ini bisa diatasi dengan pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan juga ada modal ventura,” ujarnya.(-reni-)

sumber : Vivanews.com

Hijab perkembangannya sudah sangat pesat sekali bahkan Indonesia kini sudah menjadi trend center busana muslimah di dunia.  Hadirnya para desainer muda indonesia yang berbakat lewat koleksi-koleksi rancangan mereka sendiri sudah mulai mendunia.
Tahun 2012 dapat dibilang sebagai puncak dari trend busana muslim di tanah air. Dalam tahun inilah busana yang dikhususkan bagi para muslimah tersebut berhasil memikat hati tidak hanya para pengguna hijab, namun juga hati dari pakar fashion dan para fashionista tanah air kita.
Lewat koleksi-koleksi yang semakin beragam, disertai pula kreativitas desainer muda yang semakin berkembang, busana yang satu ini berhasil melewati sebuah evolusi fashion yang tidak pernah terbayangkan.
Ada beberapa model hijab yang sangat tren di tahun 2012 ini :
Model Asimetris
Sebagai pengguna hijab, memakai pakaian muslimah yang menutupi aurat dan tidak membentuk lekuk tubuh memang sangat penting adanya. Umumnya pakaian yang berukuran besar, atau setidaknya memiliki satu size diatas ukuran asli tubuh, merupakan salah satu pilihan sehari-hari dari para muslimah.

Namun, agar penampilan tubuh tidak terlalu tenggelam dalam baju yang agak besar. Akhirnya mereka pun cenderung memilih model asimetris sebagai pilihan fashion. Alasannya mudah saja, potongan asimetris pada pakaian muslimah dapat memberikan ilusi figur tubuh yang cantik serta penampilan yang unik dan stylish. Dan anda tidak perlu takut dengan pilihan model yang monoton, karena busana muslimah dengan potongan  asimetris ini memiliki detil fashion yang beragam. Seperti detil potongan asimetris dengan aksen fringe, studded, ataupun juga kombinasi bahan yang berbeda. Memakai pakaian yang satu ini pun sangatlah nyaman, karena bentuknya yang cenderung lebar dapat membuat anda bebas bergerak, terutama di aktivitas sehari-hari yang cukup padat.

Hijab Berwarna-Warni Cerah

Hijab bagi seorang muslimah, bukan hanya sekedar aksesoris wanita lagi. Namun kehadiran hijab sama penting dengan pakaian yang menutup aurat. Di tahun 2012 ini, para muslimah pun menunjukkan kreativitasnya dalam beraneka ragam gaya dalam mengenakan koleksi hijabnya.

Hal yang banyak dilakukan oleh para pengguna hijab dalam mengenakan hijab bereksperimen dengan pilihan warna yang berbeda atau dikenal dengan istilah ” Tabrak Warna ” bahkan hijab bermotif yang unik pun menjadi pilihan fashion hijab! Pilihan warna yang cerah ataupun hijab bermotif, jelas dapat mempercantik busana anda, sekaligus membuat penampilan anda tidak membosankan. Coba juga serasikan warna hijab dengan warna pakaian yang anda kenakan. Dijamin, penampilan pun terlihat lebih fresh dan juga chic.

Selain memilih hijab yang tersedia dalam pilihan warna berbeda, para muslimah ini pun menunjukkan keapikan mereka dalam menggunakan hijab dengan berbagai model stylish yang berbeda. Mulai yang paling tradisional mengenaknnya dengan model kerudung sampai juga dengan yang paling edgy lewat model turban.

Maxi Dress

Untuk tampil lebih feminin dan gaya, dress dengan model maxi sebagai salah satu pilihan anda dalam bergaya. Dengan model yang cukup terbuka, anda tidak perlu risau karena anda bisa menyiasatinya dengan kaos dalamn warna senada atau warna kontras yang sepadan.

Apabila anda tipe yang tidak terlalu suka mengenakan model timpa kaos basic, anda juga dapat menutupi bagian tubuh yang terbuka dengan teknik layering, ataupun menutupinya dengan pilihan outerwear yang berbeda. Misalnya cardigan panjang dengan potongan asimetris bisa menajdi pilihan anda

Layering dengan Outerwear

Seperti yang disebutkan diatas, memakai maxi dress ataupun pakaian lainnya yang memiliki bentuk cenderung terbuka bukan berarti tidak dapat dilakukan oleh para muslimah. Tentu saja terdapat teknik-teknik fashion yang dapat anda kenakan. Salah satu caranya adalah dengan teknik layering.

Sebagai pilihan layering yang tepat, anda dapat memilih cardigan, jumper, sweater atau vest sebagai penutup bagian tubuh yang terbuka. Jangan lupa juga untuk mengenakan belt atau ikat pinggang sebagai aksesoris pemanis penampilan anda.

Nah itu sedikit bahasan tentang tren hijab 2012. Pilih gayamu sendiri sesuai karaktermu ya…sista…

-iah-