Busana muslim kini tampil menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Pada acara Fashion Tendance 2011 yang berlangsung selama dua hari ( 22 dan 23 November), tujuh perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menyajikan koleksi busana muslim masa kini. Mereka antara lain Anne Rufaidah, Dian Pelangi, Fenny Mustafa, Hannie Hananto, Ida Royani, Najua Yanti dan Nieta Handayani yang menyajikan model baju muslim terbaru masa kini dengan gaya moderen dan trendi.

Tema Glow karya Anne Rufaidah menyajikan gaya klasik dan perpaduan etnik timur yang diramu dalam bentuk baru lebih menarik, stylish dan glow. Berbahan sifon melayang, silk, organdi, lace dan tenun ikat Nusa Tenggara Timur dalam taburan beads yang kaya dan menjadikan koleksi ini bersinar cantik.

Adapun Dian Pelangi mengusung tema Colorscope yang terinspirasi dari Lego atau mainan yang mempunyai warna-warna cerah yang mismatch. Memakai kain alat tenun bukan mesin (ATBM) polos dan songket polos bermotif khas Palembang dengan warna vibrant, schocking serta gradasi dari warna tua ke muda. Meski tanpa motif dan detail, namun Dian memperkaya pernik dari kayu.

Di tangan Ida Royani inspirasi padang ilalang yang kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi rancangan bertema Savana. “Saya tertarik dengan aneka warna tanah seperti rerumputan yang mengering, terhampar di padang luas membentang dengan teriknya sinar mentari,” pungkas Ida.

Keindahan bunga roses dan fressia terangkai dalam suatu buket indah menjadi pilihan Najua Yanti. Perancang berjilbab ini menyajikan tema Glowing the Beauty. Dia menampilkan gaya artistik romantis, serangkaian gaun panjang berbahan satin, yile dengan gradasai warna lembut broken white, baby bronze, baby peach gold dan baby olive.

“Saya membuat garis rancang simpel memakai detil kerut dan aplikasi bordir serta bunga-bunga timbul, payet serta lace,” kata Najua yang memberikan kesan romantik pada rancangan busana pengantin muslim dan menyematkan pendar keindahan rosses dan fressia.

Sementara Nieta Hidayani dengan tema Romanatic Return from North Sumatera menyajikan perpaduan romantisme warna merah muda dan abu-abu melalui kain tenun Tarutung dari Sumatera Utara. Di dalam koleksi terbarunya ini dihadirkan gaya nan lembut, anggaun sehingga menjadikannya koleksi busana muslim memesona.

“Terobosan baru yang saya lakukan melalui tenun Tarutung ini saya tampilkan berbahan ringan pada sifon dan satin sutra. Saya memberikan alternatif busana muslim yang elegan menawan penuh sentuhan modrenisasi,” ujarnya.

Perancang Hannie Hananto menampilkan Mixsynergy sebagai sebuah semangat berkarya tanpa batas dengan isnpirasi beraneka terpadu menjadi koleksi yang berdinamika.

About these ads