February 2011


Busana Pesta untuk Wanita Muslim – Masih di seputar baju muslim, saat ini kan sudah banyak model dan aneka ragam baju muslim, hingga yang berbentuk kebaya, belakangan ini baju kebaya muslim banyak di pakai oleh wanita untuk datang ke pesta, bahkan terkadang pengantin juga menggunakan kebaya muslim sebagai busana pengantinnya loh. nah bagi anda yang masih bingung soal pemilihan busana pesta untuk wanita muslim kini rumahmadani  ingin berbagi tips soal busana pesta untuk wanita muslimah.

Tentukan jenis pesta yang akan dihadiri. Pesta yang sifatnya outdoor lebih membuka peluang kita untuk tampil dengan busana semiformal dan santai. Pilihlah Baju Muslim yang berwarna terang dengan bahan yang menyerap keringat untuk menghadiri pesta di siang hari. Baju Muslim dengan warna-warna segar seperti warna hijau atau biru dapat digunakan untuk menghadiri pesta di sore hari dengan tambahan aksen payet atau bordir.

Gaya baju pesta muslimah yang lebih glamor dapat dipilih untuk menghadiri undangan pesta di malam hari. Tidak perlu terlalu banyak memberi sentuhan payet atau bordir. Cukup mengkreasikannya dengan hiasan-hiasan yang memiliki sentuhan warna-warna emas atau perak. Agar bisa dikenakan dalam segala kondisi dengan tampilan bergaya muda, kita bisa memilih motif batik yang telah dikemas dengan gaya modern.

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah keserasian warna, motif, dan bentuk antara jilbab yang dikenakan dengan baju pesta. Kita bisa membeli baju pesta yang sudah satu paket dengan jilbab karena itu akan menghemat budget. Carilah toko busana atau butik, bahkan disainer, yang sesuai dengan selera. Caranya, lihat produk mereka terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.

Advertisements

DEMAM hijau yang merambah dunia mode kontemporer juga ikut mempengaruhi gaya busana muslim tahun ini. Para desainer menghadirkan palet segar dalam koleksi busana muslim terbarunya.

Green is the new black. Rupanya, tren warna tersebut tidak hanya berlaku untuk busana kontemporer. Busana muslim pun ikut mengadaptasinya ke dalam garis tren terbaru tahun ini. Buktinya, di setiap pergelaran busana muslim, tone yang menjadi simbol kedamaian ini selalu hadir. Mulai Iva Lativah hingga Yessi Riscowati, semuanya menyertakan warna hijau dalam koleksinya.

Tentunya mereka menghadirkan palet tersebut bukannya tanpa alasan. Dari segi terapi warna, hijau diidentikkan dengan ketenangan serta suasana segar. Warna ini merupakan penyeimbang dari semua palet dan menjadi terapi yang tepat saat stres. Mengenakan busana berpalet hijau di lingkungan kerja akan membuat perhatian tertuju pada Anda. Tidak jauh berbeda ketika digunakan saat berpesta.

Bahkan, warna ini resmi menjadi pengganti hitam dan merah karena unsur alaminya yang bisa dikenakan dalam berbagai suasana. Secara alami, warna hijau beradaptasi dengan palet andalan lainnya. Apalagi di tahun 2011  ini, permainan warna mendominasi tren.

Desainer senior Ramli mengatakan, tren mode tahun ini memiliki orientasi pada ragam desain yang fullcolor. Pendapat senada dikemukakan pemilik rumah mode muslim Shafira, Fenny Mustafa. Karenanya, di tahun 2011 ini Fenny menyuguhkan pilihan yang semarak. Tak hanya warna-warna terang yang mendominasi, juga warna lembut dan elegan, layaknya cokelat, krem, dan hijau toska.

“Warna ini saya pilih karena termasuk dalam tren warna 2011,” ungkapnya. Hal ini tentu merupakan perubahan yang cukup jauh, mengingat koleksi Shafira yang banyak menggunakan one tone color. Lebih lanjut, Fenny menjelaskan hal itu dilakukannya agar busana muslim semakin banyak digunakan sebagai busana sehari-hari. Salah satu caranya adalah berpatokan pada arah tren mode dunia.

“Sederhana, kasual, dengan banyak permainan warna,” terangnya Begitu juga dengan Anne Rufaidah yang menyertakan warna hijau dalam koleksi terbarunya. Uniknya, Anne menggabungkan citra damai hijau dengan motif eksotis tenun yang menjadikan rancangannya terlihat elegan dan kental dengan citra etnis Indonesia.

Tidak jauh berbeda dengan Merry Pramono yang juga menempatkan motif tenun dalam garis vertikal di bagian tengah gamis berpalet hijau. Warna hijau gelap yang digunakan Merry menjadi paduan manis bagi latar hitam corak etnis yang diaplikasikannya. Hijau juga menjadi pilihan Yessi Riscowati.

Namun, Yessi memilih tampilan yang lebih feminin dengan mengetengahkan sentuhan corak floral serta penempatan renda dan pita sebagai detail.Sementara untuk paduan warnanya, Yessi menggunakan palet lembut, seperti putih, pink, serta biru muda. Menurut Yessi, koleksi yang dihadirkannya kali ini merupakan hasil diskusinya dengan para pelanggan.

“Sebagai desainer, harus aktif mencari tahu keinginan dan selera konsumen terhadap busana muslim. Karena itu, saya harus bisa mempelajari kemauan konsumen,” paparnya. Adapun masukan lain dari para konsumennya juga diaplikasikan desainer berdarah Sumatera Barat ini dalam teknik cutting dan jahitan.

Sementara Hennie Noer mempergunakan warna hijau toska dalam koleksinya. Hennie menghadirkan citra glamor dalam rancangannya melalui permainan payet, kristal, maupun aksen draperi, smock, dan gaya tumpuk bahan yang ditunjang dengan unsur lace. Sementara,Irna Mutiara menghadirkan warna hijau dalam busana muslim bergaya kasual.

Segi material yang digunakannya pun berbeda. Bila desainer lainnya memilih material berkesan feminin dan mewah, perancang asal Bandung ini justru menggunakan bahan kaus yang lebih nyaman dalam potongan rok, tunik, stola,serta celana pipa.

Tips Memilih Baju Muslim Wanita, Sekarang ini baju muslim seakan semakin trend saja, semakin banyak pilihan baju muslim untuk wanita yang bisa anda temukan di pusat perbelanjaan. Tahukah anda kalau indonesia kini tengah mempersiapkan diri menjadi kiblat fashion baju muslim. Banyak juga wanita yang mulai gemar mengoleksi baju muslim trendy yang fashionable dan stylish. lantas bagi anda yang ingin memilih baju muslim yang stylish dan trendy sebaiknya membaca tips di bawah ini sebelum memilih baju muslim yang stylish dan trendy.

Berikut tips-tips memilih busana muslim yang bisa dijadikan pertimbangan :

1. Memenuhi syarat

Bila judulnya saja sudah ‘baju muslimah’, sudah pasti harus memenuhi kaidah yang disyaratkan dalam Islam. Perhatikan panjangnya yang harus menutupi seluruh aurat, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, kecuali telapak tangan dan wajah. Pilih juga yang bahannya tidak terlalu tipis agar tidak tembus pandang, serta tidak terlalu ketat sehingga lekuk kurva tidak menonjol.

2. Sesuaikah?

Baju muslimah kini tidak lagi terbatas modelnya. Tren baju muslimah nan cantik dengan payet dan mote kerap menawan hati. Tapi gelap mata hanya karena apiknya baju tersebut. Kalau baju yang Anda butuhkan adalah baju rumah, carilah yang simple. Hal ini berbeda lagi bila Anda mencari baju muslimah untuk kerja atau pesta. Untuk baju kerja, pilih warna lembut dan netral. Sedangkan untuk baju pesta, tidak ada salahnya bila Anda ingin memilih model baju yang lebih ‘ramai’, misalnya dengan payet, mote, ataupun berbahan mewah.

3. Nyaman

Bahan mewah untuk baju pesta bukan berarti pilihan jatuh pada bahan yang tebal dan panas. Pilih bahan koleksi baju muslimah yang lentur, berat tetapi tidak jatuh. Bahan seperti viscose, sutra dan katun akan membuat Anda tampil apik dan tetap merasa nyaman.

4. Mainkan warnanya
Baju muslim yang hanya terdiri dari warna-warna dasar, seperti hitam, coklat ataupun biru gelap? Maaf saja, tapi itu sudah out of date. Jangan ragu untuk memilih koleksi baju muslimah warna cerah atau sedikit bereksperimen dengan perpaduan warna baju dan kerudung.

5. Kerudung

Untuk pilihan kerudung, kenakan hanya yang satu warna alias polos bila Anda mengenakan baju dari bahan bergaris atau corak, pilih yang berbahan tipis dan jatuh. Pilihan model kerudung pun kini beragam, Anda hanya tinggal memilih yang sesuai dengan baju. ‘kepang’, model ‘lilit’, sampai yang model ‘tumpuk’ akan semakin membuat penampilan Anda cantik.

Selamat memilih busana muslim!.

Eksplorasi warna busana muslim yang dilakukan para perancang busana muslim kini semakin berani. Trend warna cerah yang mendominasi tidak hanya berlaku pada busana kontemporer namun kini juga telah merambah ke baju muslim.

Jika kita lihat koleksi terbaru yang dihadirkan jajaran desainer busana muslim Indonesia di kancah mode nasional, eksplorasi model, bentuk, dan warna yang dipersembahkan semakin variatif. Tidak heran bila Indonesia kini menjadi barometer model baju muslim. Selain menyajikan koleksi yang sesuai dengan kaidah islami, baju muslim Indonesia juga mengadaptasi garis rancangan modern yang selaras trend masa kini. Hal itu terlihat jelas dari eksplorasi warna yang disajikan para perancang baju muslim. Sesuai dengan trend yang mengandalkan warna-warna ceria, desainer busana muslim Indonesia pun mempersembahkan koleksi baju muslim dalam palet warna yang terang. Panggung peragaan baju muslim di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta menjadi saksi betapa perancang busana muslim Indonesia tidak lagi terpaku pada kaidah agama semata, juga mulai luwes dalam mengadaptasi kebutuhan dan selera konsumen.

Apalagi kini para perancang baju muslim menyajikan rancangannya dalam kemasan yang lebih simpel, praktis, dan tentu saja bergaya kontemporer, busana muslim tidak lagi berupa tunik, gamis, maupun abaya. Mereka merevolusi busana tradisional Indonesia menjadi bentukan baju muslim yang nyaman dikenakan sekaligus masih memiliki sentuhan motif etnis yang kental.

Uniknya, koleksi baju muslim tersebut tidak hanya ditujukan bagi muslimah berjilbab. Mereka yang tidak menggunakan jilbab pun bisa menggunakannya. Garis rancangannya yang elegan tapi jauh dari kesan rumit juga semakin memudahkan rancangan busana muslim untuk di kenalkan dalam acara-acara formal.

Sesuaikan dengan dasar busana. Dalam berpenampilan Anda harus dapat menyesuaikan warna kerudung dan baju yang Anda akan pakai. Anda dapat memilih warna yang sama dengan dasar busana Anda, atau mengambil unsur warna yang ada pada motif busana Anda jika menginginkan warna kerudung yang berbeda dengan warna dasar busana. Sebisa mungkin warna yang anda pilih bernuansa lembut. Pilih yang coraknya berada jauh dari muka saat dikenakan. Perlu diingat, jangan abaikan pemilihan warna karena warna akan mempengaruhi pada mood.

Perhatikan pula ukuran muka. Jika munggil coba manfaatkan kerudung dua warna. Disarankan untuk memakai bentuk kerudung dasar yang diikatkan ditengkuk dalam nuansa warna yang muda seperti krem atau warna pastel ditambahkan dengan paduan bandana yang lebih gelap. Cara ini akan memberi kesan ukuran muka yang lebih besar. Hindari pemakaian kerudung berwarna gelap karena akan semakin mempersempit area muka.

Jika muka Anda gemuk maka ada dua hal yang dapat Anda lakukan. Pertama Anda dapat menggunakan kerudung yang diputar diatas kepala yang semakin memanjangkan wajah ke arah atas. Atau kedua, Anda dapat memakai gaya kerudung dasar yang diikat didagu dengan memilih warna yang gelap, untuk menutupi kelebihan volume di sepanjang rahang. Pemilihan warna yang gelap akan terlihat lebih kecil.

Pada hari Senin (22/11) digelar acara Fashion Tendance 2011 Intertwine untuk kategori Moslem Wear.

Acara ini dipersembahkan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia dengan tema Interwine untuk tren mode tahun 2011. Sesuai tema, terlihat dari rancangannya, para desainer memadukan unsur budaya dengan masa kini.

Fashion show dibuka oleh desainer Hannie Hananto, menghadirkan karyanya yang bertema Mixsynergy. Semangat berkarya tanpa batas dengan inspirasi beraneka, berpadu menjadi koleksi yang berdinamika. Sedangkan desainer Nieta Hidayani menghadirkan Romantic Return from North Sumatra. Masih dengan ciri khas yang sama, Nieta mencoba untuk menyatukan warna merah muda dan abu-abu yang romantis dengan kain Tenun Tarutung dari Sumatra Utara.

Kemudian dilanjutkan oleh Ida Royani yang menghadirkan Savana. Koleksinya terinspirasi dari padang ilalang di NTT, warna-warna tanah dan rumput-rumput yang mengering. Lalu ada Najua Yanti, menghadirkan karya bertema Glowing the Beauty. Rangkaian bunga yang menjadi inspirasinya menambah kesan romantis pada koleksi busana pengantin muslimah ini.

Setelah itu masih ada Anne Rufaidah, menampilkan Glow. Menggunakan bahan chiffon, silk organdi, lace, dan tenun ikat NTT koleksinya menonjolkan gaya klasik dengan perpaduan etnik timur. Dan Fenny Mustafa menghadirkan Natrue’s Romance. Perpaduan tenun dan desain bunga-bunga karyanya terlihat simple dan rileks, namun tetap dengan detail dan warna yang indah.

Sebagai penutup fashion show baju muslim, Dian Pelangi menghadirkan Colorscope. Terinspirasi dari mainan Lego dengan warna-warna cerah. Rancangannya terlihat meriah, dengan gradasi warna tua ke warna muda.

Busana muslim kini tampil menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Pada acara Fashion Tendance 2011 yang berlangsung selama dua hari ( 22 dan 23 November), tujuh perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menyajikan koleksi busana muslim masa kini. Mereka antara lain Anne Rufaidah, Dian Pelangi, Fenny Mustafa, Hannie Hananto, Ida Royani, Najua Yanti dan Nieta Handayani yang menyajikan model baju muslim terbaru masa kini dengan gaya moderen dan trendi.

Tema Glow karya Anne Rufaidah menyajikan gaya klasik dan perpaduan etnik timur yang diramu dalam bentuk baru lebih menarik, stylish dan glow. Berbahan sifon melayang, silk, organdi, lace dan tenun ikat Nusa Tenggara Timur dalam taburan beads yang kaya dan menjadikan koleksi ini bersinar cantik.

Adapun Dian Pelangi mengusung tema Colorscope yang terinspirasi dari Lego atau mainan yang mempunyai warna-warna cerah yang mismatch. Memakai kain alat tenun bukan mesin (ATBM) polos dan songket polos bermotif khas Palembang dengan warna vibrant, schocking serta gradasi dari warna tua ke muda. Meski tanpa motif dan detail, namun Dian memperkaya pernik dari kayu.

Di tangan Ida Royani inspirasi padang ilalang yang kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi rancangan bertema Savana. “Saya tertarik dengan aneka warna tanah seperti rerumputan yang mengering, terhampar di padang luas membentang dengan teriknya sinar mentari,” pungkas Ida.

Keindahan bunga roses dan fressia terangkai dalam suatu buket indah menjadi pilihan Najua Yanti. Perancang berjilbab ini menyajikan tema Glowing the Beauty. Dia menampilkan gaya artistik romantis, serangkaian gaun panjang berbahan satin, yile dengan gradasai warna lembut broken white, baby bronze, baby peach gold dan baby olive.

“Saya membuat garis rancang simpel memakai detil kerut dan aplikasi bordir serta bunga-bunga timbul, payet serta lace,” kata Najua yang memberikan kesan romantik pada rancangan busana pengantin muslim dan menyematkan pendar keindahan rosses dan fressia.

Sementara Nieta Hidayani dengan tema Romanatic Return from North Sumatera menyajikan perpaduan romantisme warna merah muda dan abu-abu melalui kain tenun Tarutung dari Sumatera Utara. Di dalam koleksi terbarunya ini dihadirkan gaya nan lembut, anggaun sehingga menjadikannya koleksi busana muslim memesona.

“Terobosan baru yang saya lakukan melalui tenun Tarutung ini saya tampilkan berbahan ringan pada sifon dan satin sutra. Saya memberikan alternatif busana muslim yang elegan menawan penuh sentuhan modrenisasi,” ujarnya.

Perancang Hannie Hananto menampilkan Mixsynergy sebagai sebuah semangat berkarya tanpa batas dengan isnpirasi beraneka terpadu menjadi koleksi yang berdinamika.

Next Page »