December 2009


Salah satu perangkat dari busana muslim yang sangat vital adalah jilbab. Jilbab merupakan salah satu perangkat baju muslim yang wajib dikenakan oleh setiap wanita muslimah yang telah baligh. Kewajiban penggunaan jilbab bagi kaum muslimah merupakan sebuah keharusan yang bersumber dari kalam Ilahi dan sabda Rasulullah saw, bukan dari para ulama semata. Sehingga kewajibannya pun tidak dapat disanggah lagi dan memang hendaknya tidak ada yang menyanggahnya, terutama dari kalangan umat muslim itu sendiri.

Seiring perjalanan waktu, jilbab pun kini telah hadir dan dijual dalam aneka bentuk, corak, warna, model, merek, bahan, dan harga. Ini bukanlah satu hal yang dilarang di dalam Islam, justru keanekaragaman inilah yang tentunya akan semakin menambah keindahan dunia busana muslim. Keanekaragaman model dan lain-lain tersebut akan menghilangkan kejenuhan umat muslimah atau mukminah terhadap jilbab, karena mereka dapat mengganti atau membeli yang sesuai dengan yang ia inginkan atau modal-model lain yang memang belum dimilikinya. Semakin banyaknya pilihan jilbab di pasaran baju muslim juga telah turut mendukung perjalanan dakwah islamniyah.

Banyak wanita muslimah yang tadinya belum mau menggunakan jilbab karena berbagai alasannya, kini telah banyak yang berubah pikiran untuk mengenakan jilbab. Dan ini merupakan satu langkah awal yang cukup baik, meskipun belum sempurna namun ini merupakan salah satu proses yang insya Allah dapat berlanjut ke jenjang yang lebih baik lagi. Amin.

Saat ini juga telah menjamur perangkat busana muslim yang serupa dengan jilbab, yaitu kerudung. Bagaimanakah sebenarnya kedudukan kerudung tersebut? Apakah kerudung dapat disamakan atau menggantikan kedudukan jilbab? Ketika seorang wanita telah menggunakan jilbab maka tertutuplah sudah kewajibannya untuk menggunakan kerudung. Karena, pada dasarnya jilbab itu sendiri sudah cukup memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan di dalam Islam, yaitu menutup seluruh aurat wanita muslimah (kecuali muka dan kedua telapak tangan). Namun, dalam hal ini bukan berarti kewajiban menggunakan jilbab dapat menghilangkan kewajiban untuk berkerudung, hanya saja penggunaan jilbab itu telah menunaikan seluruh syarat-syarat kerudung dan jilbab itu sendiri.

Advertisements

Memakai busana muslim ke tempat kerja ternyata tidak bisa sembarangan.Terdapat aturan tertentu yang harus diikuti agar terlihat profesional,namun tetap berkesan trendi dan modis. 

Belakangan ini,pamor baju muslim terus meningkat. Kini, busana serba tertutup ini banyak dijumpai di berbagai tempat, mulai dari yang bergaya santai di pusat perbelanjaan hingga yang berkesan glamor dan mewah di acara pesta. 

Demikian pula di tempat kerja, kini busana muslim memiliki tempat tersendiri. Sayangnya,aturan berbusana ”kantoran” terkadang direpresentasikan berbeda oleh sebagian muslimah. Mengenakan busana serba bertumpuk dengan aksen ramai atau malah ekstrasantai. 

Busana Muslim di Tempat Kerja

Busana Muslim di Tempat Kerja

Sebenarnya, baju muslim untuk ke kantor tidak jauh berbeda dengan busana biasa. Namun, memang harus mengikuti kaidah berbusana muslim yang baik, yakni menutup aurat, tidak ketat memeluk tubuh, dan sopan. 

Adapun untuk potongannya, para wanita karier muslimah bisa memilih beberapa tipe gaya. Dinamis, feminin,atau trendi. Bagi mereka yang pekerjaannya membutuhkan banyak waktu di lapangan, bisa memilih rangkaian busana yang tidak membatasi gerak tubuh. Padanan tunik dan celana bisa jadi alternatif yang tepat. 

Pilihan lainnya, padu padan busana kontemporer yang dikenakan secara berlapis. Misalnya saja blus, jaket, serta celana panjang. Paduan ini disarankan Tuty Cholid, desainer yang kini memperluas lini modenya ke pasar busana muslim. ”Sekarang ini jaket panjang sedang in, jadi kita bisa menerapkannya untuk busana kerja muslim. Sebaiknya jaket itu mengambil gaya tailoring supaya tidak menghilangkan kesan baju kerjanya,”ujar Tuty. 

Bila ingin tampil ringkas dengan mengenakan kemeja, sebaiknya pilih yang bagian kerahnya tinggi dan mampu menutup leher.Dengan begitu,bisa langsung menggunakan jilbab. Tampilan seperti itu lebih rapi, praktis,dan modern dibandingkan memakai jilbab lebar atau penuh ikatan di bagian kepala, yang berkesan terlalu ramai untuk suasana kerja. Sementara, mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor, pilihan busananya bisa yang bergaya feminin maupun trendi.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam memberikan iklim yang sangat bagus bagi perkembangan mode busana muslim, yaitu busana dengan disain yang bisa memenuhi ketentuan syariat agama sekaligus mampu memenuhi kebutuhan kaum hawa untuk dapat tampil modis dan trendi.

Salah satu jenis busana yang berkembang sangat pesat dan banyak diminati masyarakat Indonesia saat ini adalah jenis busana muslim kasual. Busana muslim jenis ini mendapatkan sambutan yang besar di masyarakat karena selain bisa memenuhi keinginan untuk berbusana sesuai syariat agama juga bisa memberikan banyak pilihan model busana yang bisa digunakan untuk berbagai macam suasana, mulai dari suasana santai, semi formil bahkan untuk suasana formil dengan sedikit kombinasi blazer atau aksesoris lainnya.

Busana Muslim ShabrinaSalah satu brand busana muslim yang saat ini sedang banyak diminati di Indonesia adalah Busana Muslim Shabrina. Produk Shabrina ini mengkhususkan diri pada busana-busana kasual dari bahan kaos yang berkualitas tinggi. Sesuai dengan moto yang selama ini digunakan yaitu bahwa produk Shabrina adalah produk busana yang mengutamakan kenyamanan berbusana dengan tetap dapat tampil modis dan trendy.

Shabrina menyajikan berbagai pilihan dengan beberapa pilihan warna yang serasi dengan pilihan model yang beraneka ragam, mulai dari yang kasual, feminin maupun yang modis dengan kualitas produk yang dapat dikategorikan produk kelas atas. Dari segi harga produk ini termasuk mematok harga yang sangat “kompetitif” untuk ukuran produk sejenis di kelasnya.