March 2009


Di bulan Ramadhan hingga Lebaran, biasanya makin banyak orang memilih busana muslim untuk dikenakan sehari-hari, atau busana muslimah untuk bersilaturahim dengan sanak keluarga dan kerabat. Agar baju muslimah yang dipakai tetap nyaman digunakan, sebaiknya pilih busana muslim yang tepat. Berikut beberapa tips memilih busana muslimah dari beberapa perancang baju muslimah.

Pertama, sesuai aturan Islam, baju muslim bertujuan untuk melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederainya, selain untuk menutupi aurat. Itu sebabnya pilih baju muslim yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh.

Kedua, pilih baju wanita yang pas ukurannya agar tidak membahayakan saat melangkah, bisa didapatkan di , butik busana muslim. baju wanita yang kekecilan selain mengganggu gerak juga membuat kulit sulit untuk bernapas, selain tak sesuai kaidah berbusana menurut Islam. Banyak sekali pilihan jika anda mau mampir di butik muslim. Sementara busana yang terlalu besar ukurannya juga membahayakan karena bisa terinjak saat berjalan dan mengakibatkan pemakainya jatuh. Anda juga bisa, memilih ukuran yang pas untuk tubuh anda di butik busana muslim Bisa juga terkait benda-benda yang lebih tajam sehingga merusak bahan dan mencelakai pemakainya.

Ketiga, pilih model dan warna yang sesuai aktivitas di butik muslimah. Jika pengguna banyak beraktivitas, sebaiknya gunakan bahan menyerap keringat yang tak mudah kusut. Sebaiknya terdiri dari dua potong, atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam di tempat, pengguna bisa menggunakan rok. Di butik muslim banyak sekali varian yang ditawarkan. Selain memiliki koleksi warna-warna ceria, seperti pink, biru muda, oranye, dan merah, untuk berbagai acara yang bersifat tidak formal, sebaiknya miliki juga busana muslim berwarna netral dan formal, seperti biru tua, abu-abu, hitam, dan putih. Banyak sekali varian warna yang ditawarkan di butik muslimah.

Serasikan

Tips keempat dalam berbusana muslim adalah saat berbelanja baju baru, usahakan untuk menyerasikan baju baru dengan model dan warna baju yang sudah dimiliki. Ini bermanfaat untuk berkreasi memadupadankan pakaian sehingga tetap bisa dipakai.

Kelima, biasakan memilih model jilbab atau penutup kepala yang tetap menutupi leher. Pelajari berbagai kreasi kerudung yang banyak diinformasikan media massa sehingga penggunanya bisa tetap mengikuti mode, namun tetap mengikuti aturan agama.

Keenam, pilih pakaian yang bisa menyamarkan kekurangan tubuh agar nyaman bersosialisasi. Misalnya, orang yang berbadan lurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan bertumpuk. Orang berbobot berat sebaiknya menyamarkan bagian berat tersebut dengan memilih bahan-bahan yang terkesan ringan. Pemilihan warna juga bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan. Misalnya, warna gelap cocok digunakan untuk orang yang berbadan besar.

Tips terakhir, jika ingin menghadiri sebuah acara pesta, sebaiknya tak perlu bingung memilih pakaian. Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Misalnya, menggabungkan batik berbahan katun dengan selendang berbahan organdi yang serasi, atau membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir. (Yenti Aprianti)

Ingin seperti artis idola? Tak usah pusing-pusing. Sekarang tersedia berbagai model kerudung dan jilbab instan ala selebritis. Mau seperti Rianti atau Teh Ninih, tinggal pilih.

Dua pekan sebelum Ramadhan, kawasan perbelanjaan Tanah Abang sudah sesak pengunjung. Nyaris seluruh sudut riuh oleh pembelanja keperluan Lebaran. Saat berpapasan, pengunjung pun terpaksa memiringkan badan agar tak menabrak pengunjung lainnya.

Di antara berbagai gerai yang ada, gerai busana muslim bisa dibilang paling banyak peminatnya. Kaum ibu hingga remaja putri silih berganti mencari busana muslim dengan semua atribut pelengkapnya. Mulai dari baju hingga kerudung ataupun jilbab, ditawar dengan harga semiring mungkin. “Untuk jilbab, yang sedang in saat ini adalah jilbab Rianti atau jilbab Munajah Cinta (MC), dan jilbab Aisyah yang dipakai Rianti dalam film Ayat-Ayat Cinta,” ujar Irna Santosa (20), pengelola toko jilbab di Blok A.

Rianti yang dimaksud Irna tentu saja artis cantik Rianti Cartwright, yang belakangan melejit setelah membintangi film AAC dan sinetron MC. Penolak Debu Ya, menamai busana muslim dengan nama artis, bukan baru kali ini terjadi. Dulu, orang mengenal mukena Krisdayanti, baju muslim Tamara, dan kerudung Mbak Tutut. Kini, nama-nama itu berganti menjadi nama artis yang sedang naik daun semisal Zaskia Adya Mecca dan Rianti Cartwright.

Tak bisa dipungkiri, booming film bertema religi seperti AAC dan sinetron bertema serupa, sangat besar pengaruhnya pada tren busana muslim di tanah air. Ya, seperti halnya diberbagai belahan dunia lain, masyarakat Indonesia ternyata juga suka meniru apa saja yang dikenakan sosok idolanya. Melihat penampilan Rianty Cartwrigth di AAC yang cantik dengan jilbab bercadar, produsen busana muslim pun bergerak cepat. Beramai-ramai mereka memproduksi jilbab model sejenis, meski tak persis sama.

“Ini namanya jilbab Aisyah atau AAC. Memakainya mudah, tinggal masukkan ke kepala, kainnya menutup sampai dada. Di bagian leher dilengkapi dua tali lebar dan panjang,” jelas Irna sambil menuturkan, yang dimaksud jilbab bercadar adalah, “Karena tali lebarnya bisa dijadikan cadar seperti yang dipakai Rianti di AAC. Bagi yang tak bercadar, tali lebarnya bisa dililit seperti syal di leher. Malah ada pembeli saya bilang, kalau pas naik motor, tali itu berfungsi sebagai penutup hidung penolak debu. Peminatnya banyak. Saya sering kirim ke luar daerah.”

Belum hilang tren jilbab Aisyah atau AAC, muncul gaya baru. Kali ini disebut jilbab Rianti atau jilbab Munajah Cinta. “Pertama kali keluar di Tanah Abang, jilbab Rianti harganya sekitar Rp 80 ribu. Itu yang bahannya sama dengan yang asli. Belakangan, harganya turun jadi Rp70 ribu. Tapi yang bahannya tak terlalu bagus, hanya Rp 40 ribu.” Jadi Lebih Laris Saking ngetopnya jilbab Rianti, belakangan banyak muncul berbagai modifikasi. “Terakhir ini ada yang terbuat dari bahan spandeks dipadu batik, lengkap dengan aplikasi tambalan di sana-sini. Kata pembuatnya, sih, untuk menggambarkan kesengsaraan Rianti di sinetron MC,” jelas Irna panjang lebar.

Maraknya jilbab dengan julukan nama artis, diakui Irna mampu mendongkrak penjualan. “Tiap hari, banyak yang beli jilbab Rianti. Dari awal muncul, enggak kehitung yang sudah berhasil saya jual,” ungkap Irna yang mengerti, banyak yang membeli jilbab model ini, hanya karena ikut tren. “Kalau jilbabnya dinamai dengan nama artis, lebih banyak peminatnya.”
Lebih jauh Irna menjelaskan, “kalau pembeli dari Malaysia dan Singapura, lebih suka jilbab gaya Teh Ninih,” ujar Irna sambil menunjuk jilbab yang memiliki belahan di bagian bahu dengan detil payet atau sulam pita. “Saya sudah mengirim ke Malaysia dan Singapura sekitar 30 kodi. Harga sehelainya Rp 90 ribu. Sulam pitanya halus, bikinan Parung, Bogor. Kalau produk Tasikmalaya, enggak bisa menyamai kehalusan sulam Parung,” ujar Irna yang juga menjual kerudung mahal yang dinamai Permata Paris. “Bahannya dari kain Paris halus. Paling mahal Rp 450 ribu.”
Rini Sulistyati

PASMIRA CIPTAAN RUSLI
Jilbab Rianti alias jilbab Munajah Cinta yang belakangan merajai tren jilbab di pasaran busana muslim, sesungguhnya adalah jilbab unik kombinasi pasmina dengan bahan rajut. Oleh pembuatnya, Mochammad Rusli, jilbab jenis ini dinamai Pasmira, alias pasmina dan rajut.

“Kami yang pertama kali menciptakan jilbab dengan model ini. Mulai dari desain, pemilihan kombinasi bahan, hingga penamaan, kami lakukan sendiri. Makanya sekarang sudah kami patenkan,” ujar Mochamad Rusli, pemilik pabrik perusahaan garmen asal Gresik, Jawa Timur, ini.
Rusli sebenarnya belum lama membuat pasmira. “Baru setahun lalu,” ujar Rusli yang sebelumnya membuka baby shop dan toko busana muslim. “Baru dua tahun belakangan kami lebih serius di usaha busana muslim,” ujar Rusli yang dibantu sang adik, Ida Rachmawati.

Satu prinsip Rusli, ingin membuat kerudung lain dari yang lain. “Soalnya, kalau yang seperti umumnya, enggak akan menarik.” Setelah melakukan berbagai eksperimen, Rusli akhirnya puas dengan model jilbab kombinasi pasmina dengan kain rajut di bagian depannya.

“Dengan model ini, jilbab akan terlihat lebih simpel. Ujung pasmina yang biasanya digunakan sebagai syal untuk menutup bagian leher, akan terlihat lebih rapi karena dengan sendirinya menutupi tubuh bagian depan.”
Awalnya, jilbab gaya itu hanya dijual di daerah asalnya, dengan sebutan jilbab Aisya. “Ternyata, di luar dugaan, responnya luar biasa. Laris sekali. Kami juga heran, padahal harganya di atas rata-rata, lho. Dari Rp 90 ribu sampai Rp 130 ribu,” ujar Rusli yang Februari 2008, berinisiatif menawarkan jilbab kreasinya tersebut kepada rumah produksi SinemArt yang memproduksi MC.

“Sinetron MC, kan, banyak peminatnya. Timbul ide, bagaimana kalau Rianti kami minta mengenakan pasmira. Kami lihat bentuk wajah Rianti pas dengan bahan pasmira yang unik,” jelas Ida. Alhasil, Rianti yang di episode awal MC mengenakan jilbab biasa, belakangan selalu mengenakan pasmira. “Ternyata tanggapan masyarakat sangat bagus.”
Malah, “Kata SinemArt, setiap MC tayang, pemirsa enggak lagi cuma melihat jalan ceritanya, tapi juga melihat pasmira apa yang dikenakan Rianti di episode tersebut. Hal ini diketahui dari telepon yang masuk ke SinemArt,” tambah Rusli bangga.

Dengan meledaknya pasmira, permintaan pun melonjak drastis. Tapi Rusli tak mau berpuas diri. “Makin tinggi permintaan, justru kami harus makin kreatif dan membuat banyak variasi. Pokoknya, dalam setiap episode MC, kami minimal menyediakan 5 pasmira kreasi terbaru,” papar Ida yang dalam sebulan minimal menjual 25 ribu potong pasmira.
Lalu bagaimana membedakan pasmira buatannya dengan produk tiruan yang kini banyak di pasaran? “Selain setiap minggu kami selalu mengeluarkan minimal 5 model baru, pembeli juga bisa tahu dari bahannya. Sebab, pasmina yang kami pakai, impor dari luar negeri. Rajutannya juga tradisional, khusus kami pesan ke Bandung.”

Setelah MC, telah menanti sinetron lain yang juga akan mengenakan pasmira buatan Rusli. “Rencananya, Ayu Sita di sinteron Zahra nanti juga akan pakai pasmira kami. Juga Marshanda di sinetron Aqso dan Madinna. Ada lagi saya lupa namanya, pemeran utama dalam sinteron Tasbih Cinta.”
Gandhi

sumber: Novaonline