January 2009


Bila Chanel menetapkan little black dress sebagai format klasik yang disetujui oleh perempuan sedunia, bagaimana dengan versi busana muslimahnya?

Seperti Anda tahu, klasik tidak sama dengan tidak trendi. Kaum penikmat fashion mengatakan dalam klasik tercermin kemapanan gaya yang dipresentasikan melalui beberapa ciri dasar:
• Material berkualitas
• Minim ornamen
• Jahitan super rapi
• Warna basic (hitam, putih, abu-abu, maroon)
• Polos, atau bila bermotif berkisar kotak-kotak, atau garis-garis.
• ‘Pantang’ terlihat ketingalan zaman

Dengan rumusan gaya seperti itu, pemakainya berada dalam jalur ‘aman’, dan sophisticated.

Gamis, Salah Satunya
Busana muslim, seringkali diidentikkan dengan busana yang dikenakan oleh perempuan Timur Tengah. Sehingga segala yang klasik, tidak selalu dihubungkan dengan karakter seperti disebutkan di atas, tetapi kerapkali dikaitkan dengan wujud busana khas negeri itu, seperti jelabah, atau abaya.

Di Indonesia sendiri, katakanlah 20 tahun yang lalu, busana muslimah tumbuh dari kelompok kecil, seperti kelompok pengajian atau lingkungan pesantren. Saat itu, dinamika perempuan yang mengenakannya tentu tidak sama dengan perempuan masa kini. Gamis, yaitu gaun panjang bersiluet H, atau A cukup populer dan dicap sebagai salah satu yang klasik. Pilihan lainnya, paduan blus atau rok panjang bersiluet full. Saat itu, material yang diterapkan masih terbatas pada bahan-bahan tebal, kaku dalam warna-warna gelap.
Di masa kini, ‘batasan’ klasik busana muslim ini kadang membuat ‘alergi’. Gamis dipandang kurang mendukung gerak serta kebutuhan pemakainya, sehingga seringkali hanya dikenakan pada kesempatan-kesempatan tertentu. Misalnya pada acara jamuan, atau kegiatan agama. Karena hanya dipakai secara terbatas, desain yang diterapkan pun menjadi sempit.
Beruntung trend mengulurkan tangannya dengan cepat. Dan menguak fakta bahwa gamis, atau tipe busana klasik lainnya memiliki wajah-wajah baru yang dapat diolah lebih jauh.

Material & Detil
Pada hakikatnya, keindahan sepotong busana tentu tidak hanya dipandang dari satu sisinya saja, misalnya hanya dari siluetnya. Untuk masuk kategori “bagus”, semua elemennya, seperti pilihan bahan, detil, serta cutting harus dicermati. Sepotong gamis atau paduan blus panjang dan rok semata kaki juga dapat terlihat indah dan mendukung kenyamanan pemakainya bila menerapkan semua itu.
Satu hal yang ditakuti oleh para pemakai busana berpotongan serba longgar ini, yaitu khawatir jatuh pada kesan gemuk atau pendek. Dua hal ini dapat disiasati melalui:
• Pilihan pada bahan-bahan berserat lentur dan lembut.
• Detail yang difokuskan pada area ideal tubuh. Misalnya, untuk yang berpinggul lebar, ornamen sebaiknya tidak diletakkan di daerah pinggul, dan bisa dialihkan pada bagian bawah busana.
• Kombinasi warna yang terkontrol. Misalnya, untuk tubuh yang kurang tinggi sebaiknya tidak menerapkan dua potong busana warna kontras.
• Pemilihan alas kaki bertumit sedang atau tinggi.

Jilbab Rabbani – Tren Setter Kerudung Instan di Indonesia

Advertisements
Populer dan diakrabi perempuan sejagad. Baik di catwalk, maupun di pelataran masjid. Tunik memang istimewa. 

Salah seorang perancang senior Indonesia menyebut tunik sebagai ‘busana sopan’-nya kaum perempuan. Mau terlihat ‘rapi’ di acara keluarga? Tunik pilihannya. Mau terlihat lebih elegan mengingat usia yang tak lagi remaja, atau ingin menyamarkan bagian-bagian tubuh yang kurang ideal? Tunik jawabannya.
Di hati perempuan muslim Indonesia sendiri, busana ini menempati tempat spesial. Popularitasnya sebagai busana sehari-hari cukup tinggi di banding gamis yang menurut sejarahnya merupakan salah satu busana klasik muslimah.

busana muslim ef-ha Sentuhan Desainer
Seperti kita tahu, tunik adalah blus longgar dan panjang. Siluetnya bisa H atau A dengan panjang bervasiasi. Setengah paha, selutut, atau setengah betis. Di masa style sudah menjadi kebutuhan, wujudnya menyusaikan diri dalam banyak rupa. Dulu, mungkin perbedaan antara model yang satu dengan yang lain hanya terletak pada potongan leher, lengan, atau penempatan detail. Kini eksplorasinya lebih menyeluruh.
Di setiap pergantian trend, tunik muncul memperlihatkan wajah barunya. Masih ingat tahun 2001 yang lalu, ketika demam bohemian melanda? Blus-blus longgar panjang a la gipsy, yang popular dengan sebutan paysant blouse menjadi penanda kemodern-an masa itu. Musim semi 2006, Twinkle meluncurkan tunik rajut kaya warna dipadukan dengan legging. Koleksinya terlihat segar, dan mampu menghilangkan kesan berat pada tubuh pemakainya. Lantas pada tahun 2007, ditangan Prada, Balenciaga, serta Dolce&Gabana—tunik muncul dalam wujud-wujud yang mengejutkan. Bahan yang bervariasi, juga padu padan yang efektif membangun kesan tubuh.
Bagaimana dengan tahun mendatang? Diramalkan tunik tetap berjaya. Lihat saja Dior dengan koleksi resort 2008 yang telah mulai dilansir. Tunik dianggap cukup santai dan chic untuk menemani liburan penuh gaya.

Menyelamatkan Bentuk Tubuh
Banyak masalah bentuk tubuh terpecahkan berkat busana ini. Cek problem yang Anda hadapi, dan temukan model yang paling tepat:

Pinggul & pantat lebar
Tunik berpotongan semi A. Hindari kupnat belakang yang ketat

Perut berlipat
Tunik dilengkapi band longgar di bagian pinggul, atau yang bermodel blouson. Pilihan lain, tunik berpotongan princess.

Torso pendek
Warna tunik yang kontras dengan bawahan.

Boyish (bahu lebar, tegap)
Tunik berlengan raglan (potongan lengan memotong bahu yang biasa diterapkan pada busana olahraga).
Asal Tunik
Dalam bahasa latin, tunik atau tunic dikenal dengan sebutan tunica–merupakan busana kaum laki-laki Romawi Kuno. Pada kesempatan formal biasa dikenakan di balik toga.
Sesungguhnya, fungsi tunik pada waktu itu tak sekadar pembalut tubuh, melainkan juga sebagai penanda kelas sosial pemakainya. Tentara dan pekerja kelas rendah mengenakan jenis di atas lutut. Sementara kelas lebih tinggi memilih yang ber-hemline semata kaki (extra long tunic). Kecuali akan mengendarai kuda, pilihan jatuh pada tunik yang lebih pendek.

 Salah seorang perancang senior Indonesia menyebut tunik sebagai ‘busana sopan’-nya kaum perempuan. Mau terlihat ‘rapi’ di acara keluarga? Tunik pilihannya. Mau terlihat lebih elegan mengingat usia yang tak lagi remaja, atau ingin menyamarkan bagian-bagian tubuh yang kurang ideal? Tunik jawabannya.
Di hati perempuan muslim Indonesia sendiri, busana ini menempati tempat spesial. Popularitasnya sebagai busana sehari-hari cukup tinggi di banding gamis yang menurut sejarahnya merupakan salah satu busana klasik muslimah.

sumber: fashion article up2date

Jilbab Rabbani – Tren Setter Kerudung Instan di Indonesia

SIAPA bilang wanita berjilbab tidak bisa tampil gaya. Kini, aneka pilihan model busana pun bisa menjadi jembatan utama mempercantik wanita.

Terbukti, busana muslim yang ditawarkan perancang-perancang andal di Tanah Air kini mempunyai model dan pilihan warna yang beragam. Bahkan, penggunaan material bahannya pun tidak yang itu-itu saja. Setiap tahun selalu mengikuti perkembangan zaman, layaknya busana konvensional.

Up2date, merek busana muslim yang lagi naik daun, tidak kehabisan ide menciptakan inovasi baru dengan menggelar ajang peragaan busana muslim. Mengusung tema koleksi “Transconic”, up2date terlihat berbeda dengan busana muslim yang ada.

Koleksi up2date hampir tidak menggunakan unsur dekoratif berupa manik, payet, atau kristal. Tampilan produknya pun fokus pada bahan dan desain yang memberikan rasa nyaman, kesan modern, dan urbanis. Alhasil, busana muslimnya pun berpotensi mendukung mobilitas pemakainya.

Tia Wigati, Wakil Managemen PT Trimoda Uptodate, menjelaskan, koleksi up2date berpedoman pada konsep 3C, yakni chic, comfort, dan covered up.

“Kesan busana muslim selama ini dikenal terlalu kaku dan berat. Padahal, busana muslim bisa memberikan kenyamanan bagi si pemakai dan mengikuti perkembangan mode dengan memanfaatkan material kaos spandeks,” jelas Tia di sela-sela acara.

Selain menonjolkan penggunaan material bahan kaos spandeks, koleksi up2date juga masih konsisten menerapkan konsep padupadan dan gaya personal. Karakteristik ini tercermin dari 80 set busana yang ditampilkan di ajang peragaan busana di Hotel Four Seasons, Rabu (17/12/2008 ) sore.

Saat itu koleksi terbagi menjadi empat seri, seperti Iconic, Urban, Nature Spirit, dan Mutation. Iconic diintepretasikan melalui ikon mode berupa struktur asimetris, simbol yang berkaitan dengan mode seperti kancing, pita, ukuran, jarum, baik dalam aplikasi atau olahan baru. Sementara Urban dipancarkan dalam koleksi yang berkesan ringan, modern, praktis, dan berdaya pakai tinggi. Selain itu juga menonjolkan garis tailored, warna monokrom, dan warna dalam nuansa gelap serta pemakaian elemen atau aksesori dalam warna yang dikontraskan dengan warna busana.

Berlanjut ke seri Nature Spirit, yang kali ini diselaraskan dengan isu peduli lingkungan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dunia mode. Koleksinya bermain dalam palet warna natural, seperti moka, hijau lumut, merah bata, dan warna kayu. Untuk siluet busananya sendiri terkesan melebar dan ringan.

Seri terakhir, Mutation, menampilkan perubahan bentuk dari desain yang ada menjadi tampilan masa kini. Terlihat adanya penekanan konsep tumpuk serta penggunaan warna-warna matang seperti biru laut, kunyit, dan merah. Bahkan, bahan yang digunakan adalah voile, suede, dengan sedikit aksen bahan bermotif.

“Kami senang bisa menciptakan inovasi baru untuk koleksi busana muslim. Hanya dalam perjalanan mengembangkan bisnis ini, kami juga mempunyai kendala yang cukup besar. Kendalanya seperti harga bahan baku yang terus mahal dan produksi garmen yang belum stabil,” sebutnya.

Kendati demikian, Tia merasa senang karena selama dua tahun ini koleksi up2date bisa diterima masyarakat lokal maupun luar negeri.

“Kami berusaha memberikan pilihan busana yang mengikuti selera mereka. Meski kenyataannya selera masyarakat lokal dan luar negeri sangat berbeda. Baik dari segi pemilihan desain, warna, maupun pemanfaatan aplikasi busana,” pungkasnya.

Sumber: okezone.com