VIVA CITY NEOTERIC_P1_12Buat sebagian orang akhir bulan atau sering diistilahkan dengan tanggal tua. Tidak jarang setelah di awal bulan sibuk membayar cicilan rumah, mobil dan kartu kredit. Kocek pun mengering di pertengahan dan akhir bulan.

Jangankan untuk belanja di tanggal tua, untuk sekadar bertahan hidup dan menunggu gajian berikutnya sangat berat.

Atas hal itu penting bagi kita untuk tahu bagaimana mengatur keuangan selama satu bulan. Siapa tahu jika kita pandai dan benar dalam mengatur keuangan bulanan tidak saja terhindar dari penyakit kantong kering, tapi bahkan bisa berbelanja di tanggal tua. kali ini saya akan berbagi tips sebagai berikut:

1. Siapkan pos-pos pengeluaran

Setelah menerima gaji di awal bulan, belilah beberapa amplop kertas, kemudian tulislah beberapa pos kebutuhan selama 1 bulan.

Bagi ke dalam 3 bagian amplop besar:

  • 1 amplop cicilan
  • 1 amplop untuk tabungan bulanan atau investasi bulanan
  • 1 amplop belanja barang dan jasa operasional bulanan

Sisihkan untuk tagihan cicilan utang Anda baik itu utang produktif dan utang konsumtif dengan total paling besar adalah 30% dari penghasilan Anda.

Kemudian sebisa mungkin disiplinkan diri Anda untuk saving dan investasi di awal bulan, tetapkan berapa kemampuan menabung rutin Anda. Jangan baru menabung kalau ada sisa. Untuk pemula, disiplinkan untuk menabung minimal 10% dari penghasilan Anda. Ubah kebiasaan ini selama 2 tahun. Anda akan terbiasa investasi dan menabung dengan sendirinya.

Segera pisahkan untuk pos pengeluaran yang pembayaran tagihan bulanan seperti koran, TV kabel, listrik, PAM, gaji pembantu dan kebutuhan bulanan lainnya.

Buat budget belanja bahan makanan untuk 1 bulan. Lalu buat untuk budget untuk hari-hari biasa dan budget untuk akhir pekan.

Budget di akhir pekan biasanya lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Namun ada beberapa orang juga yang lebih besar budget di hari-hari biasanya.

Budget akhir pekan bisa digunakan, bisa juga tidak. Namun sebaiknya Anda sudah mempersiapkan sebelumnya. Jadi tidak ada salahnya juga untuk bersenang-senang karena Anda sudah merencanakannya.

Isilah amplop-amplop tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan.

fc003b41b73f0f47b84871ce60e364212. Buat daftar belanja

Membeli baju baru karena diskon, padahal niatnya beli bahan makanan, sering dialami bukan?

Agar terhindar dari penyakit seperti itu hendaknya membuat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau hypermarket.

Ini sangat membantu kita mengingat barang yang akan dibeli sekaligus menjadi panduan saat belanja. Jangan beli barang yang tidak ada dalam daftar..!!

3. Hindari belanja pada saat lapar

Hipermarket biasanya menyediakan berbagai jenis barang kebutuhan, mulai dari sayuran hingga alat elektronik, dan juga hidangan siap saji. Pastikan saat Anda berbelanja, perut sudah terisi dari rumah. Pasalnya semua makanan yang ada bisa terlihat sangat enak dan pasti Anda membelinya dalam jumlah yang berlebih.

4. Usahakan bawa bekal makan siang sendiri saat bekerja

Banyak keuntungan yang didapatkan jika Anda membawa bekal makan siang sendiri. Pertama Anda akan mendapatkan makan siang yang sesuai selera Anda, kedua Anda tidak perlu ke luar kantor atau meminta tolong OB untuk membelikan makan siang, ketiga Anda mendapatkan makan siang yang lebih bersih dan higienis.

Coba hitung jika sekali makan siang Anda mengeluarkan biaya sebesar 20 ribu atau 25 ribu rupiah, jika dikali dengan 22 hari kerja berarti Anda sudah menghemat 440.000 sampai dengan 550.000 rupiah, jika setahun sama dengan 5,28 juta sampai dengan 6,6 juta. Bayangkan jika Anda mempunyai masa kerja 20 tahun, dana 550 ribu per bulan tersebut Anda alihkan investasi ke reksadana saham dengan return 25% per tahun, maka di tahun ke 20 Anda akan mendapatkan hasil 3.772.502.385 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh dua juta lima ratus dua ribu)

Atau jika Anda mempunyai masa kerja 25 tahun dengan contoh tersebut di atas maka hasilnya akan 13.065.217.874 (tiga belas miliar enam puluh lima juta dua ratus tujuh belas).

Perbedaan yang luar biasa bukan? Perbedaan waktu hanya lima tahun sudah mengakibatkan perbedaan hasil signifikan, yaitu 10 miliar. Itulah kekuatan bunga majemuk. Waktu akan sangat berpengaruh, bukan besarnya investasi yang akan Anda lakukan nanti, tapi berapa pun yang investasikan hari ini akan sangat berguna pada masa depan Anda nantinya.

5. Menggunakan promosi kartu kreditv-0514358

Sah-sah saja menggunakan kartu kredit untuk berbelanja bulanan. Apalagi banyak supermarket yang menawarkan diskon jika kita menggunakan kartu kredit tertentu. Wah, lebih hemat, nih!

Idealnya belanja bulanan, menggunakan uang tunai atau kartu debit. Tapi jika memang ada diskon, boleh menggunakan kartu kredit dengan syarat dana untuk belanja itu sudah siap. Di sini kartu kredit digunakan untuk pembayaran bukan berutang. Maksudnya, kita, kan sudah tahu berapa nominal yang kita pakai dengan kartu kredit, jadi begitu digunakan, langsung transfer untuk melunasinya.

6. Sesuaikan kebutuhan, kemampuan dan keinginan

Belanja berarti kita harus pintar becermin. Terkadang sulit membedakan apa yang dibutuhkan dengan apa yang diinginkan. Belum lagi pada tahap mengukur kemampuan kita. Untuk itulah sebelum membeli barang, Anda harus bertanya pada diri sendiri, apakah barang atau jasa ini pantas saya beli sesuai dengan kebutuhan dan penghasilan saya?

Idealnya besarnya keinginan Anda adalah kurang atau sama dengan kebutuhan Anda.

Dan besar kebutuhan tersebut lebih kecil dari kemampuan Anda.

Anda dapat saja membeli sesuatu sesuai keinginan Anda yang di luar kemampuan Anda. Namun akibatnya Anda memaksakan diri dengan berutang. Jadi memang Anda sebenarnya tidak layak membeli barang tersebut.

Dengan berbekal kemampuan manajerial keuangan yang baik, disiplin dan kecerdikan mencari tambahan penghasilan, Anda akan terhindar dari mimpi buruk di tanggal tua.

 

Sumber : ifpc.kontan

 

Ernawati

Meskipun sekarang ini model jilbab sudah semakin menjamur,namun jilbab paris masih tetap banyak dicari & diminati oleh para hijabers. Faktor harga yang relatif terjangkau oleh beragam kalangan, bahannya yg tidak terlalu tebal & adem sehingga membuat banyak orang merasa nyaman menggunakannya menjadi beberapa alasan para hijabers masih mempertahankan esistensi jilbab paris ini.

Akhir-akhir ini, banyak hijabers yang mencoba mengkreasikan jilbab paris agar tampak lebih modis ketika dipakai dan tidak kalah bersaing dengan model-model jilbab lainnya. Mereka memasangkan jarum pentul, brochs dan assesoris lainnya pada jilbab paris untuk mempercantik tampilan ketika dipakai. Hasilnya,, WOOoooOW… jilbab paris pun tidak kalah trendy dengan model jilbab lainnya ditangan hijabers kreatif tersebut. Namun, jilbab paris juga akan cepat rusak apabila kita hanya sering memakainya dengan berbagai assesoris namun tidak dapat merawatnya dengan benar. Oleh karena itu, ikutilah 7 cara mudah merawat jilbab paris dibawah ini agar jilbab paris lebih awet & pastinya tetap nyaman dipakai.

z-heather1

1. Sebaiknya hijabers tidak mencuci jilbab paris dengan detergen karena hal itu dapat merusak  serat-serat halus pada jilbab paris. Sebagai gantinya, hijabers dapat mengunakan shampoo atau sabun mandi untuk mencuci jilbab paris tersebut.

2. Sebaiknya hijabers menghindari penggunaan mesin cuci atau menggosok jilbab paris dengan menggunkan sikat terlalu keras. Bahan jilbab paris memiliki sifat tipis, mudah kusut & sulit kembali ke bentuk semula apabila di kucek dan peras dengan keras. Cukup rendam dan celupkan saja jilbab paris, kemudian bilas dan biarkan mengering.

3. Cukup angin-anginkan saja jilbab paris untuk mengeringkannya karena menjemur jilbab paris di bawah sinar matahari langsung dapat membuat color jilbab lebih cepat terlihat kusam & memudar.

4. Gunakan suhu yang tidak terlalu panas saat menyetrika jilbab paris, mengingat bahan jilbab paris yg cenderung tipis dan akan cepat gosong jika disetrika dengan suhu panas.

5. Tusukan peniti atau broch saat penggunaan jilbab biasanya mudah sekali membekas. Hijabers dapat menghilangkannya dengan cara menyemprotkan air ke bekas tusukan tersebut & menyetrikanya dengan suhu yg tidak terlalu panas.

6. Gosok-gosokkan bagian lain yang masih terlihat rapat seratnya, jika hijabers menemukan bagian serat kain yg sedikit berkerut atau rusak. Hal ini dapat memperbaiki serat yg rusak kembali lebih rapat.

7. jangan melipat menjadi bentuk segiempat kecil setelah menyetrika jilbab paris, hal ini akan membuat jilbab paris terlihat kusut/berbentuk kotak-kotak saat hijabers memakainya. Hijabers cukup melipatnya menjadi 2 bagian dan menggantungkannya di gantungan jilbab.

sekarang hijabers dapat berkreasi sesuai selera dengan jilbab paris sesering mungkin tanpa harus takut jilbab paris anda rusak.
SELAMAT MENCOBA……….!!!

Sejumlah perancang busana mulai tertarik pada busana perempuan muslim di seluruh dunia. Dan berkat kemajuan teknologi, busanae-020801new perempuan muslim telah menjadi bagian dari perkembangan trend fashion. Menyedot ribuan pengikut di Twitter dan Facebook dengan gaya busana muslim yang unik dan tips-tips yang mengesankan.

Selain itu, ‘budaya populer perempuan muslim’ adalah output dari perkembangan ekonomi, sosial, budaya dan sosiologis. Sementara perempuan berhijab tidak termasuk dalam target penonton fashion show atau koleksi di masa lalu, mereka kini menciptakan gaya mereka sendiri karena industri fashion tidak mewadahi mereka pada satu titik tertentu.

Fashion adalah industri terus-menerus memperbarui dirinya sendiri agar tetap hidup. Jika kita melihat retrospektif sejarah fashion, banyak tren sering berulang dan desainer selalu mencari sesuatu yang berbeda dan baru. Oleh karena itu, busana perempuan muslim adalah sebuah platform yang menarik dan berbeda serta memiliki potensi untuk membuka pintu baru.

Firdayanti

11. Menggunakan penghilang noda ini

  Baking soda menghilangkan aroma tak sedap.

Krim tartar  jika dicampur dengan bahan lemon, mampu menghilangkan noda makanan atau karat pada baju putih.

Lemon  efektif mengangkat kotoran yang tak bisa dibersihkan oleh deterjen.

Cara mencuci sutera:

  Pada saat mencuci bahan dari sutra, sebaiknya Anda mencuci di pencuci profesional dengan sistem dry cleaning, kecuali Anda dapat melakukan proses pencucian jenis tersebut. Namun Anda juga dapat mencucinya di rumah dengan cara sebagai berikut : rendamlah bahan sutera pada 3 liter air yang telah diberi shampoo, diamkan beberapa saat ± 15 menit dengan shampoo yang lembut dan air hangat sekitar 30° C. kucek perlahan , Jangan diremas dan diperas. Kemudian bilas dengan air bersih. Biarkan kering sendiri dengan angin. Apabila sutera tersebut adalah sutera batik anda dapat mencucinya dengan daun waru atau klerek.

Cara mencuci rajutansn-sb-navy

Siapkan air hangat tidak lebih dari ±50?C campur dengan deterjen, kemudian masukkan bahan rajut ±1 jam agar kotoran dapat terlepas. Jika Anda mencuci dengan mesin, maka gunakan soft mode. Jangan gunakan sikat sekalipun ada noda yang sulit hilang. Noda yang membandel dapat hilang dengan bantuan deterjen, tetapi sulit hilang dalam sekali cuci saja. Keringkan bahan rajutan dengan mesin cuci agar lebih mudah saat menjemurnya. Tetapi jika tidak ada mesin cuci, peras dengan lembut bahan tersebut letakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung agar warna tidak cepat pudar.

Source : all various, blog.tuneeca

 

Ernawati

QUIRKY FASHION PART 3_6Baju berwarna baru pada umumnya akan luntur jika pertama kali dicuci. Ini akan berkurang jika setelah beberapa kali dicuci. Tapi, ada juga baju yang akan tetap luntur walaupun telah dicuci berulang kali, contohnya baju batik. Terkadang saat kita mencuci baju malas untuk memisahkan antara baju berwarna dengan baju putih atau baju berwarna gelap. Dan satu kecerobohan kita yaitu setelah kita membeli baju baru, tanpa pikir panjang kita langsung mencucinya bersama dengan baju-baju yang lain padahal kita tidak tahu baju tersebut warnanya luntur atau tidak. Kemalasan dan kecerobohan inilah terkadang membuat kita menyesal dan mendapat pelajaran yang berharga setelah baju kesayangan kita terkena warna lain sehingga kesal lantas melupakannya atau membuangnya. Sayang banget kan?

Untuk menghindari dari ketidakinginan kita terhadap koleksi kesayangan terkena luntur ikuti tips yang sedikit membuka wawasan anda:

1. Apabila anda membeli pakaian baru, ataupun mendapat pakaian baru dari orang lain hendaknya kita mencuci sendiri dan memisahkan dari pakaian lain. Serta tidak mencucinya di mesin cuci agar aman dari kasus kelunturan. Jika pencucian pertama dan kedua tidak ada masalah maka kita boleh menggabungkannya dengan pakaian lain untuk pencucian selanjutnya. Gunakan Detergen Silky untuk pencucian pertama.

Detergen Silky 

2. Pilah-pilah pakaian sebelum mencuci berdasarkan tingkat kekotorannya. Jangan menggabung pakaian yang habis dipakai untuk bermain lumpur atau kain pel dengan baju-baju yang dipakai sehari-hari karena baju yang tadinya bersih bisa terkontaminasi kotoran.

3. Pilah-pilah pakaian putih dengan yang berwarna (luntur). Pakaian putih itu bisa kotor terkena lunturan pakaian yang lain, terlebih pakaian yang luntur dicuci sendiri

4. Jangan rendam kaos, celana, baju, dan lain-lain yang disablon terlalu lama lebih dari satu jam di dalam larutan deterjen agar tidak rusak.

5. Jangan merendam bahan rajut, spandex, sutra atau bahan sejenis bisa merusak jenis kain tersebut. Ada cara tersendiri dalam mencuci bahan2 khusus tersebut (dibahas pada part II ya)

6. Apabila anda membeli atau mendapat baju bekas / second yang pernah dipakai orang lain maka cuci pakaian tersebut dengan deterjen yang dapat membunuh kuman agar penyakit-penyakit yang menempel di baju-baju tersebut dapat bersih.

7. Jangan gunakan pemutih pada pakaian berwarna, bisa mengakibatkan lunturnya warna pakaian tersebut.

8. Pada saat mencuci hendaknya anda berhati2 dalam menyikat pakaian, memeras pakaian, mengucek pakaian agar baju-baju tidak cepat rusak dan melar.

9. Apabila memungkinkan, dan menginginkan hasil yang lebih baik dan lebih bersih cuci pakaian tersebut secara manual dengan tangan anda sendiri. Mesin cuci yang pada saat mencuci diset tidak sesuai dengan bahan pakaian atau sablon bisa membuat pakaian rusak.

10. Biasanya pada label pakaian yang terdapat di leher atau bagian pinggang terdapat pesan-pesan dari pabrik mengenai perlakuan yang seharusnya dilakukan pada saat mencuci pakaian tersebut. Ada aturan tentang suhu air, zat kimia untuk mencuci, cara menyetrika, dsb. Perhatikan dan Pelajari bahan-bahan pakaian dan cara pencuciannya agar tidak salah metode / teknik mencuci.

Sumber : blog.tuneeca

Ernawati

nb-53“Hai Asma’! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya).” (HR. Abu Daud)

Wanita adalah manusia yang paling berharga. Segala sesuatu dari wanita perlu dijaga, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Wanita itu diibaratkan sebuah barang yang mudah pecah. Jika sudah pecah tidak akan kembali sempurna seperti sedia kala. Adakalanya diperbaiki dengan cara di lem atau sejenisnya, itu juga tidak akan pernah sama dengan sedia kala. Untuk itu, wanita seyogyanya menjaga diri sebaik mungkin meskipun hanya sehelai rambut. Salah satu usaha menjaga diri seorang wanita adalah dengan menutup aurat. Karena, menutup aurat merupakan sebuah perintah Allah SWT: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan…” (QS. Al-A’raf : 26)

Di zaman sekarang ini pada dasarnya semua wanita terutama yang sudah baligh mengetahui akan perintah menutup aurat tapi tidak memahami bagaimana cara menutup aurat yang benar. Banyak sekali busana muslimah yang nyatanya tidak muslimah, banyak wanita berpakaian tapi telanjang, dan berjilbab yang mengedepankan modis daripada syari’at. Untuk itu, perlu difahami beberapa kriteria yang baik dan benar dalam mengenakan pakaian sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.

  1. Benar-benar berfungsi sebagai penutup aurat. Hendaklah wanita berpakaian dengan menutup seluruh bagian tubuh baik rambut selembarpun terkecuali muka dan telapak tangan sebagaimana dalam hadits yang tertulis di awal tadi.
  2. Tidak ketat. Fatimah putri Rasulullah SAW pernah berkata kepada Asma: “Wahai Asma! Sesungguhnya Aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan bentuk tubuhnya.” (HR. Abu Nu’aim). Sekarang ini, telah banyak kita jumpai wanita-wanita yang menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian. Tapi, pakaian tersebut sangat ketat sehingga tergambar bentuk tubuhnya. Yang demikian ini adalah perilaku membungkus aurat, bukan menutup aurat.
  3. Tidak transparan. “Suruhlah istrimu untuk mengenakan kain tipis (ghilalah) lagi di bagian dalamnya, karena sesungguhnya akan khawatir kalau sampai lekuk tubuhnya tampak.” Perintah tersebut diberikan Rasulullah SAW kepada Usamah bin Zaid ketika ditanya oleh Nabi SAW tentang kain tipis (al-qabthiyah). Usamah pun menjawab bahwa ia telah mengenakannya kepada istrinya. Artinya, Rasulullah menyuruh agar memakai lagi kain tipis sebagai pakaian bagian dalam dan ditutup kembali dengan pakaian yang lebih tebal dengan bertujuan agar tidak terlihatnya warna kulit dan lekuk tubuh.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. “Tidak termasuk golongan kami para perempuan yang menyerupai diri dengan kaum laki-laki dan kaum laki-laki yang menyerupakan diri dengan kaum perempuan.” (HR. Ahmad dan Abu Nuaim).  Dari hadits tersebut, dapat disimpulkan bahwa laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya merupakan suatu perkara yang dilarang.
  5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh ini merupakan pakaian orang-orang kafir, maka janganlah engkau memakainya.” Oleh karena itu,  seorang wanita muslimah tidak boleh berpakaian seperti orang kafir. Karena, sesungguhnya kaum muslimin dan muslimah mempunyai ciri khas yang membedakan mereka dengan orang kafir dalam segi berpakaian.
  6. Pakaian yang berupa jilbab. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu….” (QS. AL-Ahzab:59). Yang dimaskud dengan jilbab itu sendiri bisa bermakna milhafah (baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisa’) yang dapat menutupi seluruh tubuh bagian tubuh.
  7. Memperpanjang ujung pakaian.  Wanita diperintahkan memanjangkan bajunya sejengkal dan ditambah sehasta . Tapi, bukan untuk disombongkan melainkan untuk memenuhi syarat dalam menutup aurat secara sempurna.
  8. Bukan diniatkan untuk perhiasan. Pakaian muslimah bukan berfungsi sebagai perhiasan sebagaimana dalam firman Allah SWT: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka…” (QS. An-Nur : 31). Perintah mengenakan jilbab bagi wanita adalah untuk menutupi perhiasan wanita bukan menjadi perhiasan bagi wanita.
  9. Tidak diberi wewangian atau farfum. “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkanbaunya, maka ia adalah pezina.” (HR. An-Nasai, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.
  10. Bukan untuk popularitas. “Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan kepadanya pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud). Oleh karena itu, bagi setiap muslimah hendaknya tidak menggunakan pakaian dengan tujuan syuhrah dan senantiasa niat berpakaian untuk beeribadah kepada Allah SWT.

#Semoga bermanfaat untuk kita semua sebagai seorang wanita

Susan
Sumber : Artikel dunia perempuan

Anggapan mengenai perempuan sebagai sosok yang lebih suka menghabiskan waktu berbelanja nampaknya kini tidak berlaku lagi. Bersiaplah tercengan dengan riset terbaru yang dilakukan oleh Business Insider Intelligence baru-baru ini.

Hasil riset tersebut justru menunjukkan, saat ini laki-laki lebih menggemari belanja online ketimbang wanita. Perangkat ponsel telah membuat seorang pria menjadi sosok yang gila belanja. Mengapa demikian?

mw-419Survei yang dilakukan pada tahun 2013 ini menunjukkan sekitar 22 persen pria kerap membeli produk atau jasa melalui perangkat ponsel mereka. Jumlah ini lebih besar dibandingkan kaum wanita yang hanya sebesar 20 persen melakukan transaksi secara online.

Selain ponsel, survei ini juga menunjukkan sekitar 17 persen kaum Adam lebih memilih menggunakan iPad dan perangkat tablet lainnya. Tren penggunaan perangkat mobile untuk melakukan transaksi online telah bergeser dari sebelumnya yang masih didominasi penggunaan komputer desktop.

Berbeda dengan kaum wanita, para pria merasa belanja online melalui perangkat pintar lebih menghemat waktu mereka. Kesibukan sehari-hari menjadikan mereka tidak memiliki waktu lebih untuk menelusuri satu per satu toko di pusat perbelanjaan.

Tren belanja online juga dibidik oleh para pelaku bisnis yang mulai merilis aplikasi mobile untuk bisnis mereka. Kehadiran aplikasi belanja diakui oleh pengguna perangkat pintar kian memudahkan mereka dalam bertransaksi dan memilih barang atau jasa yang dibutuhkan.

Firdayanti

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,480 other followers